Cerita

Laki-Laki Serupa Lautan

Malam kemarin saya berjumpa perempuan yang luar biasa kuat, dan pintar. Kalau pada pertemuan sebelumnya kami bicara soal depresi, kali ini kami bicara soal laki-laki. Sama-sama berakhirkan”i”, sama-sama bikin rusuh hati.

Sebagai perempuan, akan lebih mudah untuk kami menerima laki-laki yang mudah ditebak ketimbang laki-laki macam lautan. Laki-laki baik dan mudah ditebak adalah kawan hidup yang lebih aman dan pastinya lebih nyaman. Setelah tua dan lama sama-sama, toh hanya komitmen yang dibutuhkan agar hubungan tetap lancar.

tapi…

Kami perempuan yang jatuh cinta pada lautan.

Sebagai perempuan, akan lebih seru, lebih asik, lebih menggairahkan, lebih berwarna, kalau memilih laki-laki yang mampu menghisap kami masuk ke dalam dirinya. Laki-laki yang kalau kami tatap wajahnya, maka sekujur tubuh-mulai dari kepala sampai jemari kaki-menghangat. Laki-laki yang, ketika kami pandang wajahnya lekat, rasanya kaki tak lagi menjejak. Laki-laki yang ketika berada di dekatnya, kami seperti tertarik ke pusaran.

Kami perempuan yang jatuh cinta pada lautan.

Lelaki macam lautan sebenarnya jodoh terbaik untuk kami. Mereka kuat dan berpengaruh. Ini penting, karena perempuan dominan kadang-kadang berharap untuk dikalahkan sesekali.

Kami perempuan yang jatuh cinta pada lautan.

Lelaki macam lautan bisa membuat hati warna-warni. Sayangnya mereka juga punya kesempatan untuk menghisap saripati hingga habis tak bersisa, lalu meninggalkan kami dan cangkang kopong sendirian. Berada di sekitaran mereka rasanya persis seperti sepotong kayu yang diombang-ambingkan ombak,

Kami perempuan yang jatuh cinta pada lautan.
Sayangnya, tak satupun dari kami siap tenggelam.

/ode untuk cinta

Previous Post Next Post

You may also like

4 Comments

  • Reply arman

    lautan yang menghanyutkan ya 🙂

    November 22, 2015 at 11:29
    • Reply rere

      bikin tenggelam…

      November 30, 2015 at 13:20
  • Reply Efenerr

    Wah, romantiss

    November 27, 2015 at 11:17
    • Reply rere

      Ahhh, kakaknyaaa…
      *sembunyi malu-malu di balik kaos dalem*

      November 27, 2015 at 16:57

    Leave a Reply