Layanan KB Gratis di Puskesmas

by | Mar 11, 2018 | 45 comments

Bermula dari status seorang kawan di Facebook soal layanan KB gratis di puskesmas, saya lalu penasaran dan berminat menjajal sendiri kebenarannya.

Jumat pagi, saya meluncur ke Puskesmas Pondok Benda, Pamulang, Tangerang Selatan. Hari masih pagi dan udara tidak begitu panas, jadi saya memutuskan berjalan kaki menuju lokasi. Lagipula, puskesmasnya terhitung dekat dari rumah, cuma 700 meter saja.

Setiba di puskesmas, saya segera menuju bagian pendaftaran. Sayangnya saya kecele, saya pikir layanan puskesmas secara umum tersedia setiap hari, ternyata puskesmas ini menyesuaikan layanan umum berdasarkan hari tertentu. Jumat, ketika saya datang, yang tersedia adalah layanan ibu hamil. Untuk KB/Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) tersedia hanya pada Selasa dan Sabtu,

Karena masih penasaran dengan layanan gratisnya itu, saya memutuskan pulang ke rumah dan kembali lagi esok harinya. Sebelum pulang, saya dapat info tambahan kalau layanan KB hanya tersedia mulai pukul 07.00 – 11.00 WIB. Uhm, pendek sekali waktunya, ya. Seandainya saja puskesmas bisa membuka jam layanan lebih panjang.

Sabtu pagi saya sudah duduk manis di bangku tunggu puskesmas. Saya dapat antrian nomor 32. Nomor antrian ini berlaku untuk semua yang mendaftar. Nanti nomornya akan dipanggil dan diberikan kertas antrian baru. Pasien baru diharap membawa serta fotocopy KTP & BPJS.

loket pendaftaran dan farmasi

Di loket nomor antrian saya diambil dan diganti dengan nomor antrian layanan khusus. Saya dapat antrian nomor 6 untuk kunjungan bidan. Tak lama, sekitar 15 menit kemudian saya sudah masuk ke ruangan untuk konsultasi.

Saya cukup pesimis sebelumnya, puskesmas adalah tempat terakhir saya untuk mendapatkan layanan kesehatan. Terbayang sumpeknya, panjangnya antrian, bangunan yang kumuh, dan ruangan yang berantakan. Sebagian besar ketakutan saya terbukti, kondisi puskesmas tidak seresik rumah sakit favorit saya, Eka Hospital. Tapi, ya ga sekumuh itu juga.

Ada beberapa kipas angin yang dipasang di dalam ruangan, ruang tunggunya memang kecil, tapi cukup layak. Semua kekurangan puskesmas yang saya sebut di atas terbayar lunas dengan senyum dan keramahan petugas. Sejak masuk bidan bertanya dengan bahasa yang baik, menjelaskan soal KB, dan menanyakan jenis KB yang saya inginkan.

Ada dua jenis IUD (intra uterine device), yang mengandung hormon sintetik progestin dan tembaga. Saya memilih IUD tembaga(non-hormonal).

IUD dengan hormon berkerja dengan menciptakan lapisan serviks yang tebal sehingga sulit ditembus sperma. Hormon progestin juga membuat lapisan rahim menjadi lebih tipis sehingga sel telur yang sudah dibuahi lebih sulit menempel. Sedangkan IUD non-hormonal akan melepaskan ion tembaga yang toksik bagi sel sperma. Ion ini menyebabkan sperma sulit berenang untuk menemui jodohnya, si sel telur.

Sebelumnya, selama 11 tahun terakhir saya memilih KB kondom untuk mengatur reproduksi. Selama ini belum ada masalah dengan kondom, hanya kali ini saya ingin mencoba metode KB yang berbeda.

Sewaktu konsultasi, bidan menjelaskan kalau seperti metode KB lainnya, IUD juga punya efek samping. Tidak setiap orang mengalami efeknya, katanya sekitar 5% saja yang mengalami. Efek sampingnya yaitu: rasa tidak nyaman (serupa kontraksi) di perut bagian bawah, flek/pendarahan dalam jumlah kecil, waktu menstruasi menjadi lebih panjang, dan volume darahnya juga meningkat.

Jika setelah dipasang di dalam rahim, efek sampingnya terasa mengganggu kualitas hidup sehari-hari, IUD bisa dilepas segera. Tidak diperlukan waktu tunggu antara pasang dan lepas. Namun, jika tidak ada kendala, IUD bisa bertahan di dalam rahim selama maksimal 8 tahun. Meski begitu, biasanya dokter/bidan akan mengusulkan IUD dilepas setelah 5 tahun pemakaian untuk menghindari perlekatan pada rahim.

foto dari https://www.mamamia.com.au

Cara pasangnya cukup menggemaskan, haha. Sebenarnya saya takut luar biasa, terbayang sakitnya. Pas dipasang ternyata tak sakit sama sekali. Kurang nyaman iya, tapi tak sakit. Mulanya saya diminta duduk mengangkang di kursi dengan dudukan betis tinggi. Lalu, vagina dibuka lebar dengan spekulum, dan rahim diukur panjangnya dengan alat semacam penggaris besi bulat,

foto dari alodokter

Panjang rahim ini menentukan seberapa panjang sisa benang IUD yang perlu ditinggalkan. Fungsi benangnya untuk memantau keberadaan spiral dan memastikan apakah spiral masih berada pada tempatnya atau sudah bergeser. Setelah IUD dipasang, penggunanya dianjurkan untuk memeriksa keberadaan benang secara teratur. Jika benangnya hilang, bisa jadi IUD telah terlempar keluar dari rahim.

Sila tonton video di atas untuk lihat cara pasang IUD di dalam rahim, yaa. ^^

Proses pemasangan IUD singkat saja, sekitar 10 menit. Setelah selesai, bidan meresepkan asam mefenamat sebagai anti nyeri/anti radang. Untuk memastikan IUD terpasang sempurna, bidan lalu meminta saya berbaring di kasur pemeriksaan untuk USG rahim. Hasilnya, posisi IUD oke, dan saya diminta datang pekan berikutnya untuk kontrol kembali.

Selepas dari ruang bidan, saya turun ke loket farmasi untuk memberikan resep dan menunggu obat. Di loket farmasi saya diberikan koin. Petugas meminta saya memasukkan koin ke kotak yang sesuai dengan tingkat kepuasan saya atas layanan puskesmas hari itu.

Total waktu yang saya habiskan di puskesmas sekitar 1 jam saja. Setelah menerima obat saya tidak ditagih biaya apapun. Yayy! Pemasangan IUD di rumah sakit harganya sekitar Rp500.000, lumayan ya bisa menghemat segitu banyak. ^^

Oh iya, saya tinggal di Tangerang Selatan. Layanan KB gratis ini tersedia di daerah permukiman saya tinggal. Saya kurang tahu apakah layanan yang sama tersedia di tempat lain. Supaya jelas bisa cek ke puskesmas terdekat, ya. 🙂

Selain di puskesmas, saya sempat baca kalau BPJS menyediakan layanan KB secara gratis pula. Sayangnya, minggu lalu saat memastikan hal itu ke klinik tempat saya mendaftar layanan kesehatan tingkat pertama, petugasnya bilang KB tidak ditanggung. Karena informasi di BPJS masih simpang siur, saya memilih menjajal layanan puskesmas dan terpuaskan dengan sukses!

/salam KB

Baca juga: pengalaman menjajal layanan puskesmas untuk tes darah.

YOU MAY ALSO LIKE

45 Comments

  1. Terry Endropoetro

    Horeeeeee! Kamu hebaaaats! Aku sudah berapa belas tahun nggak pakai pasang alat KB.

    Reply
    • rere

      Memberanikan diri mbakyu. KB yang satu ini pengorbanannya mayan ya.

      Reply
  2. Simbokx

    Alhamdulillah akhirnya Rere berani. Tuh kan gpp kan. Hhhhhh….

    Reply
    • rere

      Dengan kekuatan bulan, akhirnya berani!

      Reply
  3. Marga

    Wah cepat ya cuma 1 jam, waktu itu aku pernah mau minta surat rujukan di puskesmas pakai bpjs kena 3-4 jam huhu

    Reply
  4. Agung Han

    Waaw layanan kb di puskesmas keren

    Reply
  5. Roosvansia

    Puskesmas di daerahku juga bagussss pelayanannya hihihi. Tapi untuk KB IUD aku skipppp dulu hihihihi. Thanks for sharing mba.

    Reply
  6. Wian

    Peogram yang bagus nih. Jadi bisa menekan jumlah kelahiran anak. Karena skrg ini, bnyk yang memiliki banyak anak (khususnya mereka yang, maaf, tdk berpendidikan) yang justru menelantarkan anak2 mereka.

    Reply
  7. Liswanti

    Lihat IUD jadi trauma sendiri hihi. Aku udah sukses lepas.

    Reply
  8. Niken

    Mohon infonya….sebetulnya apa yang membedakan IUD di dokter, bidan dan puskesmas…mengapa harganya bisa sabgat jauh berbeda.. selain dilihat dari profesinya. Apakah jenis IUD yg dipakai sama?

    Reply
    • rere

      Sepertinya dan setauku sama aja, mungkin kalau ada perbedaan di merk IUD yang dipakai.
      Beda harga karena lokasi pasangnya aja. 🙂

      Reply
  9. Heni Sela Arianty

    Aq jg ditangerang selatan, daerah ciputat timur. Berniat mau pasang KB juga, tp maju mundur, takut..beneran..Udah tanya2 sih ke puskesmasnya juga,.dan iya mba gratis.
    Semoga saya segera diberi keberaniaan…

    Reply
    • Angky

      Aku hari ini pasang spiral coper T, sebentar doang paling 10 menit dan gratis pake bpjs. Yg mau pasang jgn takut, ada yg blg kl pasang pas dtg bln lebih enak ahhh tp aku lg ga dtg bln jg gpp, ga sakit sama sekali. Dari pd minum pil aku kena morning sickness trs dan badan ga gemuk2 jd coba spiral.

      Reply
      • rere

        Makasi udah share Angky. 😊

        Reply
  10. Anita

    Mbak, makasih sharingnya yaa. Saya mau tanya, biaya kontrolnya berapa ya? Kemudian waktu kontrol, pake USG aja atau dibuka pake spekulum lagiii?

    Terima kasiiih

    Reply
    • rere

      Ga ada biaya kontrolnya. Ceknya USG aja. 🙂

      Reply
      • Vie

        Di puskesmas jg bisa cek lewat usg jg yah mba?

        Reply
        • rere

          Saya kurang tau apakah semua puskesmas punya mesin USG.
          Mungkin bisa cek langsung ke sana untuk infonya ya Mba.

          Reply
  11. puji

    Makasih sharing nya mbak.besok insyaallah saya dapat rujukan kb gratis dr bidan saya.dah g cemas lagi deh setelah baca pengalaman mbak

    Reply
  12. Inggrid

    Mba mau tanya,. Kontrolnya di puskesmas itu lagi atau bebas? Waktu Kontrolnya brpa lama sjk pasang iud?

    Reply
    • rere

      Waktu kontrolnya nanti ditentukan petugas, umumnya 1 – 4 minggu sejak pemasangan. 🙂

      Reply
      • Rahayu Fidia Ningsih

        Mau tanya sayy, itu gratiss karna pake BPJS atau enggak ya? Soal ny saya ga punya BPJS tapi pengen KB IUD😭😭

        Reply
        • rere

          Setau saya gratis karena pakai KTP Tangerang Selatan. Soalnya layanan BPJS tingkat pertama saya ga di puskesmas, tapi di klinik.

          Reply
          • Fiani

            Itu minta rujukan dulu dr klinik bpjsnya apa langsung ke puskesmas mbk?
            Soalnya baru kemarin pindah faskes ke klinik, padahal sebelumnya di puskesmas.

          • rere

            Aku langsung ke puskesmas terdekat.
            Faskes tingkat 1-ku juga di klinik dekat rumah. 🙂

  13. Rahayu Fidia Ningsih

    Mau tanya sayy, itu gratiss karna pake BPJS atau enggak ya? Soal ny saya ga punya BPJS tapi pengen KB IUD😭😭

    Reply
    • rere

      Hai iya, itu dengan BPJS.
      Kalau ga punya BPJS, coba tanya langsung ke Puskesmas apa bisa tanpa biaya, karena beberapa tempat/pemerintah daerah menggratiskan KB untuk warganya.

      Reply
  14. Citra

    Halo , pada saat pasang apakah mbak sedang datang bulan?

    Reply
    • rere

      Ngga, kemarin juga ga ditanya apakah sedang mens atau ngga.

      Reply
  15. winda

    di puskesmas yg pasangin dokter apa bidan mba,,kalo sama dokter biar bsa tanya2..pengen pasang kb iud kata bidan suruh konsul sama dokter…karna1 bulan yg lalu hbis operasi ektopik kehamilan diluar rahim…trims

    Reply
    • rere

      Kemarin ketemunya Bidan.
      Harusnya ada dokter juga. Bisa cek langsung ke puskesmasnya yaa.

      Reply
  16. Widya

    Obatnya apa cuma di kasih asam mefenamat aja mba? Sehari berapa kali dan di resepin berapa?

    Reply
    • rere

      Asam mefenamatnya diminum hanya kalau ngilu/nyeri aja.
      Jadi jadwal minum tiap orang beda-beda.

      Reply
  17. Niken

    Selamat siang.. Maaf ini mau tanya.. Setelah lepas iud apa kah bisa cepat hamil? Saya pakai iud selama 4 tahun?? Setelah lepas apa bisa saya cepat hamil??

    Reply
    • rere

      Sepertinya tergantung pada kesuburan pasangan.
      Konsultasi ke dokter lebih baik Mba.

      Reply
  18. Rara

    Hiks..mw ngumpulin nyawa juga buat KB spiral ni..doai ya bun

    Reply
  19. Noer

    Mba,kalo lepas iud,kena biaya berapa

    Reply
    • rere

      gratis kalau di Puskesmas

      Reply
  20. Alfi

    Halo mbak, aku mw tanya klo jdwal KB di. Puskesmas tangsel da tiap hari atau hari tertentu y? Thanks

    Reply
    • rere

      Ada hari tertentu aja.
      Jadi, ada khusus anak, khusus ibu hamil, gitu-gitu.
      Maaf jadwalnya aku ga nyimpen nih.

      Reply
  21. vina

    hallo sis , fakses bpjs ku di Rumah Sakit St. Carolus JakPus, kalo mau ke puskes apa minta rujukan dulu atau bisa datang langsung ke puskesnya.. 🙏

    Reply
    • rere

      Faskes tingkat berapa?
      Biasanya rumah sakit itu jadi Faskes tingkat 2 atau 3, Faskes tingkat 1-nya klinik/puskesmas.
      Ke Faskes tingkat 1 ga perlu rujukan, bisa datang langsung saja. 🙂

      Reply
  22. Hartin

    Sama… Anaksaya dah 9nln tapi blm berani IUD.. Doakan saya cocok IUD ya bund:(((

    Reply
  23. amel

    sejak terakhir ngeshare pemakaian iud smp saat ini apa ada keluhan atau tidak..
    Saya mau mencoba pakai, msh ngeri lihat alat pasangnya dan ragu

    Reply

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pengalaman Berobat di Puskesmas | SEDIKIT CERITA UNTUK KENANGAN - […] Cek cerita saya soal KB gratis di puskesmas di sini. […]

Leave a Reply to Vie Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Archives



Pin It on Pinterest