Jalan-Jalan

Liburan Bersama Embun: BROMO

Liburan Bersama Embun: BROMO

Bromo adalah destinasi yang Embun pilih setelah lihat foto-foto liburan saya tahun lalu. Awalnya sempat ragu karena jarak Jakarta-Malang yang cukup jauh, kurang lebih 17 jam naik kereta api Matarmaja (kelas ekonomi).

Berdasarkan pengalaman kemarin, ada satu tips yang bisa dipertimbangkan agar tidak terlalu lelah di perjalanan. Coba nikmati perjalanan dengan booking kereta Bima di Traveloka. Kereta Eksekutif Bima akan tiba satu setengah jam lebih cepat ketimbang Matarmaja. Bangku kereta juga jauh lebih nyaman untuk perjalanan jarak jauh.

PASIR BERBISIK – BROMO

Umumnya paket wisata ke Bromo dilakukan pada tengah malam. Paket wisata itu meliputi jemput di penginapan/rumah, mengejar matahari terbit di Pananjakan, main-main di Lautan Pasir (Pusung Gede), Bukit Teletubies (Pusung Kursi), Pasir Berbisik (Pusung Wedi), dan Padang Savana (Pusung Suket).

Selain tempat-tempat di atas, pengelola tur biasanya menawarkan Kawah Bromo sebagai lokasi wisata pilihan. Seringnya karena lokasi kawah yang cukup jauh dan tidak bisa dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat wisatawan memilih menikmati indahnya dari jauh saja.

Paket wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru berlangsung sekitar 10-12 jam. Kemarin kami ke Bromo lewat Kota Malang. Dari Malang menuju Bromo makan waktu sekitar satu hingga dua jam tergantung pada padatnya lalu lintas. Sebelum naik ke Pananjakan untuk bertemu sunrise, akan ada waktu sekitar satu jam untuk makan/minum, ke toilet, atau sekadar duduk-duduk saja.

Pemandangan dari Pananjakan, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Jika beruntung, kita bisa bertemu dengan pemandangan Bromo Tengger Semeru yang luar biasa indah! Ada lautan awan, warna-warni megah yang mengawali munculnya mentari, dan puncak-puncak gunung yang gagah. Setiap harinya, lebih dari seribu wisatawan mengharapkan pemandangan begini saat berkunjung. Pada akhir pekan dan masa libur nasional, jumlah itu bisa meningkat hingga berkali-kali lipatnya.

Pengunjung Bromo kebanyakan turis domestik. Pada 2018 lalu tercatat wisatawan lokal ada 828.247 orang, dan wisatawan mancanegara sebanyak 24.769 orang. Tiket masuk Bromo untuk pengunjung domestik yaitu Rp29.000 (hari kerja) dan Rp34.000 (akhir pekan/hari libur). Sedangkan untuk pengunjung mancanegara yaitu Rp220.000 (hari kerja) dan Rp320.000 (akhir pekan/hari libur).

Kalau berkunjung ke Bromo dengan paket tur, biaya ini tidak perlu dibayar lagi. Tinggal membayar sesuai harga yang disepakati saja dengan penyedia jasa. Biaya paket tur Bromo cukup bervariasi, mulai Rp250.000 hingga tak jutaan rupiah, tergantung pada pelayanan dan fasilitas yang disediakan. Kemarin, kami menggunakan paket tur dengan biaya Rp300.000/orang. Paket ini sudah termasuk antar-jemput, wisata Bromo, dan jasa dokumentasi.

Informasi soal Bromo dan paket tur cukup banyak seliweran di Instagram. Cari saja dengan tanda pagar #turbromo, #wisatabromo, #paketturbromo, #openturbromo, #opentripbromo, atau tanda pagar lain yang sesuai. Cek akun sosial media penyedia jasa dan testimoni pelanggan sebelumnya sebelum memutuskan membeli.

Kalau tadi itu saya berbagi informasi yang cukup umum, sekarang lanjut ke bahasan utama: liburan ke Bromo bersama anak.

Tantangan yang paling berat adalah suhu. Berangkat pada tengah malam, menghabiskan satu-dua jam terlempar-lempar di mulut mobil Jeep, dan mendaki tangga menuju Pananjakan saat langit masih gelap. Tambahkan semua itu dengan suhu yang sangat rendah! Pakaian yang tepat dan lengkap sangat penting agar momen di sini bisa dinikmati dengan nyaman.

Berikut tips dari saya untuk teman-teman yang berencana membawa anak kecil berkunjung ke Pananjakan – Bromo:

  1. Gunakan pakaian dalaman (baju lengan panjang + celana panjang) ketat sebelum mengenakan baju luar dan jaket.
  2. Bawa sarung tangan dan gunakan kaus kaki yang menutup seluruh bagian kaki. Jangan biarkan ada kulit yang terbuka.
  3. Bawa topi kupluk/balaclava/winter hat untuk menutup bagian kepala. Lebih baik jika topinya bisa menutup telinga dengan sempurna.
  4. Bawa penutup leher/syal yang cukup tebal.
  5. Gunakan jaket yang mampu menahan dingin.
  6. Bawa masker untuk menutup bagian mulut dan hidung.
Bertahan di tengah dinginnya pagi Pananjakan, Bromo.
Masih dingin padahal sudah pakai pakaian yang super tebal.

Suhu yang cukup rendah ini menyakitkan di kulit. Saya yang pakai baju super lengkap saja masih kedinginan, apalagi anak-anak yang belum terbiasa bertahan di suhu ekstrim. Tapi jangan khawatir karena setelah matahari naik, suhu pelan-pelan akan ikut naik dan nyaman di kulit. Jelang tengah hari, suhu malah akan cenderung panas.

Setelah cuaca mulai menyenangkan, saatnya jalan-jalan di bagian lain Bromo. Sekarang sudah boleh ganti pakaian yang lebih enteng dan menyerap keringat. Latar untuk foto-foto cantik sudah menunggu!

Padang Savana (Pusung Suket)
Pasir Berbisik (Pusung Wedi)
Lautan Pasir (Pusung Gede)

Masih ada waktu dan ingin mampir ke Kawah Bromo? Kalau iya, berikut tips dari saya:

  1. Butuh waktu sekitar 30 menit jalan kaki dari parkiran menuju puncak kawah. Rute yang dilewati didominasi pasir. Gunakan alas kaki yang sesuai.
  2. Pastikan sudah menggunakan alas kaki yang tepat karena di beberapa tempat akan ada tanjakan dan turunan.
  3. Pakai masker untuk menahan semburan pasir saat angin bertiup.
  4. Cuaca seringkali terik. Bawa air minum atau uang kecil untuk membeli air minum.
  5. Jika tidak ingin berjalan kaki, bisa menyewa kuda dengan biaya Rp150.000 sekali jalan. Kuda tidak mengantarkan sampai puncak ya. Dari perhentian kuda, pengunjung harus berjalan sedikit lagi dan menaiki tangga yang cukup panjang menuju bibir kawah.
  6. Sediakan pakaian ganti.
Bukit pasir yang harus dilalui untuk menuju Kawah Bromo

Dari Jakarta, biaya main ke Bromo dengan kereta api per orangnya sekitar Rp1.500.000. Dua pertiga dari jumlah itu, akan habis untuk biaya transportasi. Jumlah ini bisa berkurang hingga Rp600.000 jika perjalanan menuju Bromo menggunakan kereta api ekonomi Martarmaja.

Lebih baik Kereta Api Ekonomi atau Eksekutif? Keduanya sama baiknya. Kalau misal punya anggaran lebih, seperti yang saya bilang di awal tadi, kereta eksekutif jauh lebih nyaman. Masih tetap ingin naik eksekutif tapi dananya belum cukup? Coba pakai PayLater-nya Traveloka deh. Ada opsi mencicil di sana. Mungkin bisa dicoba.

Selamat jalan-jalan ke Bromo ya. Semoga anak/keponakan/adik yang dibawa main bahagia. ^^

/salam Bromo

Previous Post Next Post

You may also like

25 Comments

  • Reply Satto Raji

    Alaaaamakkk Embunn, calon influincer hitss masa depan nih gayanya.

    Btw 300rb itu termasuk jeep ya kak..?

    August 27, 2019 at 13:29
    • Reply rere

      300 ribu itu ga bayar apa-apa lagi. Tinggal duduk manis ajaa.

      September 3, 2019 at 00:25
  • Reply Samleinad

    Pesona Bromo memang begitu luar biasa ya. Spot sunrise di Penanjakan tdk boleh dilewatkan kalo lagi berkunjung ke Bromo ini

    August 27, 2019 at 13:50
    • Reply rere

      Wajib ke Pananjakan walaupun naik tangganya lumayan plus dinginnya ampun-ampunan yak. :))

      September 3, 2019 at 00:25
  • Reply unggulcenter

    itu kalau foto2, pake tripod ya mba re? suka amaze dgn foto2 tapi kok saya klo sendirian, difotoin orang suka blur n ga sesuai ekspektasi hiks hiks

    August 28, 2019 at 16:29
    • Reply rere

      Selalu minta difotoin. Kalau jalan sama temen, ya gantian moto. :))

      August 30, 2019 at 13:23
  • Reply Andiyani Achmad

    seru maksimal ini mah ya mba, bisa traveling naik gunung Bromo bareng anak.

    August 29, 2019 at 12:09
    • Reply rere

      Bahagianya ga abis-abis. Hehehehehe.. 😀

      September 3, 2019 at 00:24
  • Reply Nurul Dwi Larasati

    Saya pernah beli tiket eksekutif kereta ke Purwokerto pakai Paylater Traveloka juga. Alhamdulillah sudah lunas dan membantu banget saat mendesak kebutuhan beli tiket.

    August 30, 2019 at 14:36
    • Reply rere

      Pas butuh pas bisa nyicil ya. 🙂

      September 3, 2019 at 00:27
  • Reply Agung Han

    Fotonya keren keren, Embun juga pinter jd modelnya bagus

    September 2, 2019 at 12:23
    • Reply rere

      Horeeee.. Hehehhee.
      Embun kalau mood ya mau dipoto. Kalau ga mood mah, ngamuk!

      September 3, 2019 at 00:23
  • Reply Suciarti Wahyuningtyas

    Pasirnya habis ngebisikin apa mbak? Hehehheee… Duh ini salah satu destinasi wisata yang ingin aku datangi deh, sekalian pengen bawa anakku.

    September 2, 2019 at 15:40
    • Reply rere

      Yay!
      Poto-poto sama main pasir yang puas yaaaa

      September 3, 2019 at 00:22
  • Reply gita siwi

    Duh baru sekali ke sini nggak akan lupa.deh. luar biasanya menikmati hasil ciptaanNya. Subbanallah …berkuda, naik jep dan jalan kaki ke kawah. Akh jadi mau datang lagi hahahha

    September 2, 2019 at 16:07
    • Reply rere

      Yuk, kapan-kapan mampir lagi.. ^^

      September 3, 2019 at 00:22
  • Reply Fendi

    Terima kasih tulisannya. Nemu juga artikel jalan2 ke bromo.

    September 2, 2019 at 16:36
  • Reply Jalan-Jalan KeNai

    Outfit yang tenun keceeee! Saya pengen deh mengulangi perjalanan ke Bromo. Sekian tahun lalu lumayan gagal karena anak saya terus rewel. Kesel dia karena lagi enak tidur jadi kebangunin karena harus melanjutkan perjalanan ke Bromo hehehe

    September 2, 2019 at 16:54
    • Reply rere

      Iya kan Mbaaa..
      Anak kecil tuh kesel banget dibangunin tengah malem. Anak bete, manalah emaknya bahagia kann

      September 3, 2019 at 00:22
  • Reply yayat

    wahhhh embun hepi ya jalan-jalan ke bromo.. itu tiap hari penuh gitu apa pas liburan doang yak.. ku pengen juga ke sana karena sering baca tulisan soal bromo

    September 2, 2019 at 17:06
    • Reply rere

      Kalau akhir pekan lebih rame Kak.
      Tapi tiap hari ya rame-rame aja juga sih. 🙂

      September 3, 2019 at 00:21
  • Reply Dita Indrihapsari

    Nah, iya mba aku pingin banget ngajak anak-anak ke Bromo tapi masih maju mundur karena takut suhunya terlalu dingin.. 🙂 Tapi pas baca tulisan ini jadi semangat buat planning ke Bromo lagi.. 😀

    September 3, 2019 at 13:05
    • Reply rere

      Iya, suhu jadi tantangan Mba. Tadi kalau bekel baju aman, harusnya lancar-lancar aja.
      Selamat liburan yaaa

      September 3, 2019 at 18:31
  • Reply Mas Adi Dieng

    wahh jadi kepengen ke bromo nih.. dah lama gak kebromo 🙂

    May 22, 2020 at 23:42
  • Reply Atemalem - Akhir Pekan Bersama Embun: Camping di Sibolangit

    […] — baca juga pengalaman Embun mendaki Bromo: http://atemalem.com/liburan-bersama-embun-bromo/ […]

    May 29, 2020 at 07:01
  • Leave a Reply