Sehat

Manfaat Buah untuk Ibu Hamil

Saya adalah penggemar buah-buahan. Untungnya kebiasaan ini tidak berubah waktu hamil dulu. Di sela jam makan saya biasa makan sepiring buah campur. Karena pagi hari lumayan repot, saya tidak sempat menyiapkan buah sendiri dan lebih sering membeli buah potong di abang-abang rujak yang jualannya mangkal di dekat kantor.

Saya suka semua macam buah yang umum ditemukan. Ada yang kadar sukanya sangat tinggi, sampai-sampai cukup dengan membayangkannya saja air liur sudah mengumpul di bawah lidah, contohnya durian. Ada juga yang kadar sukanya biasa saja, hanya saya makan kalau tidak ada buah lain di sekitaran, contohnya bengkuang. Dan , ada lagi buah yang kadar sukanya tinggi, tapi sukar ditemui dan harganya juga lumayan, contohnya Delima dan Kiwi.

Selain rasanya memang enak, buah juga memberi banyak manfaat.

1. Mengurangi Sembelit

Duhhh, waktu hamil soal “ke belakang” itu jadi merepotkan. Memang sih katanya itu biasa terjadi dan masalah umum ibu hamil, tapi rasa “sebah” di perut benar-benar bikin tak enak. Miring kanan-kiri-depan-belakang, semuanya salah. Stress karena morning sickness (pada kasus saya terjadi sepanjang hari), bikin sembelit makin menjadi-jadi.

Makan buah yang banyak sangat disarankan supaya kegiatan ke belakang jadi lebih lancar dan menyenangkan.

2. Mempertahankan Berat Badan

Waktu hamil, saya sering sekali kelaparan. Kalau sudah kelaparan saya jadi mirip orang yang seharian tak makan. Rakus. Kalau rakus sudah melanda, saya makan apaaa saja yang ada di depan mata, gorengan adalah cemilan yang paling sering saya kudap.

Mestinya nih, ibu hamil selalu menyiapkan perbekalan tempur di tas supaya kalau serangan rakus terjadi, obatnya sudah tersedia. Lha, bawa-bawa buah kan repot? Ga, kok.. bisa siapkan buah yang gampang dibawa aja,  seperti jeruk dan apel, bisa juga susu kemasan.

Gorengan memang enak, tapi tak baik dikudap tiap hari.

3. Mengandung Nutrisi Penting

Selain penambahan kalori sekitar 300-400kkal per harinya, ibu hamil juga butuh nutrisi yang banyak buat bantu perkembangan bayi dan jaga kondisi tubuhnya si ibu. Kalau ibunya sehat, makan cukup, dan bahagia, begitu juga janin di perut. 😀

Ibu hamil butuh tambahan asam folat, protein, vitamin, kalsium, Vitamin A, zat besi, Vitamin C, dan Vitamin D. Segala kebutuhan itu dianjurkan sudah dikonsumsi sejak awal masa kehamilan supaya kebutuhan gizi untuk ibu dan bayi tercukupi sejak awal agar bayi dan ibunya sehat selalu…

Banyak sekali buah yang mengandung zat besi, vitamin, magnesium, dan asam folat.

Contoh buah yang mengandung magnesium adalah alpukat, aprikot, dan kismis.
Buah dengan vitamin C tinggi contohnya jambu biji, kiwi, kelengkeng, pepaya.
Buah dengan vitamin B dan asam folat tinggi contohnya pisang, alpukat, dan delima.

Delima?
Iya. Berikut saya tulis lebih banyak soal delima, ya. 🙂

Manfaat delima :

Melindungi hati dan ginjal
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa ekstrak delima mencegah kerusakan ginjal dan melindungi ginjal dari racun berbahaya. Selain itu, delima juga melindungi hati Anda dan membantu untuk meregenerasi hati yang mengalami kerusakan.

Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Delima dan jus delima meningkatkan kekebalan tubuh. Delima diketahui sarat dengan vitamin C.

Antialergi
Delima kaya akan polifenol dosis tinggi yang telah terbukti mengurangi proses biokimia yang terkait dengan alergi.

Mencegah penyakit jantung
Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah menunjukkan bahwa delima meningkatkan kemampuan tubuh untuk mensintesis kolesterol dan menghancurkan radikal bebas dalam sistem vaskular.

Mencegah kanker 
Penelitian di salah satu universitas menunjukkan bahwa jus buah delima dan ekstrak delima dapat menyebabkan kematian sel kanker. Delima juga dapat mencegah kanker payudara dan penurunan perkembangan kedua jenis kanker kulit, karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa.

Melindungi DNA
Fitonutrien dan antioksidan dalam buah delima berinteraksi dengan materi genetik tubuh untuk melindunginya.

Menormalkan tekanan darah
Penelitian awal yang diterbitkan dalam satu jurnal menemukan bahwa ekstrak buah delima dapat membantu mencegah tekanan darah meningkat terkait dengan makan makanan yang tinggi lemak.

Mengatur sindrom metabolik
Penelitian yang dipublikasikan dalam satu jurnal menunjukkan bahwa delima membantu mengatur gula darah, meningkatkan sensitivitas terhadap insulin, mampu melawan peradangan, dan meningkatkan berbagai faktor lain yang terlibat dalam sindrom metabolis yang kerap dikaitkan dengan obesitas dan pemicu diabetes. Karena efek ini, delima dapat membantu penurunan berat badan.

Melindungi dari infeksi
Penelitian terbaru yang diterbitkan menemukan bahwa ekstrak buah delima meningkatkan efektivitas obat yang digunakan terhadap tumbuhan gram negatif yang selama ini dikenal resisten terhadap obat.

Melindungi dari penyakit Alzheimer
Buah ini bisa mencegah atau memperlambat perkembangan penyakit yang umumnya terkait usia. Dalam satu penelitian, tikus yang dibiakkan untuk mengembangkan penyakit ini dan diberi ekstrak delima menunjukkan pengurangan akumulasi plak pada amyloidal yang terkait penyakit ini.

——

 

Semoga bermanfaat….

/salam hamil

Previous Post Next Post

You may also like

8 Comments

  • Reply Arman

    buah sih pasti bermanfaat buat semua orang ya.. bukan ibu hamil doang. ya gak… 🙂

    January 15, 2014 at 08:24
  • Reply Dian Seruni

    Saya suka alpukat, enak.

    January 22, 2014 at 09:57
  • Reply Stephanie

    Buah memang enak sih ya.
    kalo bisa praktis asik tuh

    January 22, 2014 at 09:59
    • Reply Rere @atemalem

      Aku lebih sering belanja buah potong ketimbang buah bulat, cari gampang.

      January 22, 2014 at 10:02
      • Reply Stephanie

        hehehhehehee..
        Iyaaa.. tinggal Leeepp

        January 22, 2014 at 10:05

    Leave a Reply