Jalan-Jalan

Mengunjungi Si Cantik Pasar Flamboyan

Lupakan pasar tradisional yang becek nan bau busuk, Pasar Flamboyan jauh dari bayangan itu.

pasar 2

 

Menginap di Transera Hotel membuat saya mudah sekali mencapai Pasar Flamboyan, hanya sekitar 5 menit jalan kaki.  Meski Pasar Flamboyan Pontianak baru dibangun pada tahun 1991 dan usianya jauh lebih muda ketimbang beberapa pasar lainnya seperti Pasar Cempaka (1977), Pasar Dahlia (1978), Pasar Mawar (1981), Pasar Teratai (1981), Pasar Kemuning (1981), dan Pasar Puring (1982), namun lokasinya yang berada di pusat kota menyebabkan pasar ini lebih sering direkomendasikan untuk dikunjungi.

Pasar Flamboyan Pontianak terletak tepat di pojok persimpangan Jl. Gajah Mada, Jl. Veteran, Jl. Pahlawan, dan Jl. Budi Karya.  Pasar ini sudah buka sejak jam 03.00 dini hari. Seperti pasar pada umumnya, aneka barang kebutuhan dapur dan rumah tangga sangat mudah didapatkan di sana.

cincau becak jeruk sunkist pasar 1 terong putih talas

Di salah satu sisi pasar, ada warung roti cane yang baru buka 3 tahun belakangan. Warung ini ramai dikunjungi pedagang pasar. Saya jadi ingat kata mamak dulu, “jika ingin tau makanan yang enak di pasar, coba cari tukang jualan yang makanannya ramai dikunjungi pedagang.” 🙂

roti cane

roti cane kari kambing

lontong sambal

lontong isi sambal

kopi cane

kopi susu

Roti canenya enak, dagingnya lembut, dan bapak penjualnya sangat ramah. Hari yang menyenangkan.. ^^

Ke luar dari pasar, saya mengambil arah ke Jalan Hijas. Di jalan ini, ada warung nasi kuning yang katanya paling lezat seantero Pontianak. Saya durhaka kalau tidak menyempatkan mampir, bukan?

nasi kuning 2 nasi kuning 1 nasi kuning nasi kuning 3

Nasi kuningnya benar-benar enak, seporsi nasi kuning dengan empat macam lauk, ditambah taburan teri kacang, dan tumis sayuran dihargai Rp 18ribu (nasi porsi penuh), dan Rp 17ribu (nasi porsi setengah).

Ayam gorengnya lembut dan gurih. Ketika ditanya resep bikin si ayam, kokoh penjualnya tidak pelit berbagi. Nanti, kalau resepnya sudah saya coba di rumah, saya bagikan di sini, ya.. ^^

Di area warung nasi kuning ini, banyak pilihan makanan lain, seperti sate ayam, soto, dan gado-gado. Saya sempat icip sate ayam punya Neng Vira, dan sempat jajan gorengan bakwan + tempe yang dicampur dengan adonan daun kucai. 😀

sate ayam bakwan daun kucai

oleh-oleh

hai kak Terry, hai teh Nita. ^^

Pagi ini semakin manis saat di jalan kami berpapasan dengan sepasang kiki dan nini yang jalan bergandengan. “Hendak sarapan,” kata mereka kepada kami.

sarapan

Apa cerita manismu hari ini, kawan?

/salam pasar

Previous Post Next Post

You may also like

2 Comments

  • Reply Astin Astanti

    Waaah senang sekali ya jalan-jalan ke Pasar. Itu harga setengah sama penuh gak beda jauh, heheee. Hari ini ceritanya aku gak bisa bobo siang, hehee

    March 3, 2016 at 20:05
    • Reply rere

      Iya mba, makanya mendingan beli porsi penuh trus makannya bagi dua. hahhaa

      March 4, 2016 at 07:37

    Leave a Reply