Pengalaman Pap Smear di Yayasan Kanker Indonesia

by | Jan 3, 2018 | 36 comments

Sudah pernah pap smear? Pap smear adalah tes untuk memeriksa keadaan sel di serviks (leher rahim) dan vagina. Pap smear memungkinkan kita mendeteksi apakah ada perubahan sel yang mungkin bisa berkembang menjadi kanker atau malah sudah menjadi kanker. Perempuan yang sudah aktif secara seksual dianjurkan untuk tes pap smear setahun sekali.

foto dari https://www.mamamia.com.au

Sebelum pap smear yang saya lakukan baru-baru ini, sudah ada dua kesempatan lainnya. Sekali waktu masih kerja, sekitar 9 tahun lalu, dan kali lainnya sekitar 6 tahun lalu sewaktu tes medical check up lengkap di Eka Hospital. Tes pertama dan kedua hasilnya baik, ga ada yang aneh-aneh. Karena hasilnya yang memuaskan itu, butuh lama sekali buat saya menyadari kalau tes ini perlu dilakukan rutin.

Lalu sepanjang 2017 kemarin, niat pap smear muncul lagi. Sebagian karena berita soal Julia Perez dan penyakit kanker serviks yang merenggut nyawanya. Sebagian lagi karena kesadaran yang makin ke sini semakin tebal soal tanggung jawab menjaga diri sendiri demi kelangsungan hidup anak bayi.

Semakin usia anak bertambah dan semakin banyak biaya yang dibutuhkan, semakin takut saya akan sakit. Sebagai pekerja lepas, sakit artinya melepaskan kemampuan untuk mencari penghasilan. Membayangkannya saja saya seram. Karena itu, tindakan pencegahan, salah satunya pap smear, semakin dalam saya pikirkan.

Saya sudah sempat telepon BPJS soal pap smear. Tapi pembicaraan sepanjang 20 menit dengan operator ternyata kurang memuaskan. Hasilnya adalah: BPJS tidak menanggung biaya pap smear sebagai tindakan pencegahan. Pap smear hanya bisa dilakukan dengan tanggungan jika diagnosis dokter merujuk ke kanker serviks.

Oke, jadi tidak ada pilihan lain, saya harus bayar sendiri biaya tesnya. Penjelajahan berikutnya adalah untuk mencari biaya pap smear di rumah sakit dan laboratorium. Hasilnya, biayanya cukup bervariasi, mulai dari Rp300.000 – Rp500.000. Sampai di sini, saya lalu berpikir-pikir kembali soal biayanya.

Sampai pada satu waktu, saya ngobrol dengan Tika soal pap smear. Lalu dia mengusulkan untuk tes di Yayasan Kanker Indonesia (YKI). Saat itu juga saya menghubungi YKI dan mendapatkan kepastian biaya. Biaya pap smear di YKI adalah Rp150.000, dan ada tambahan biaya Rp15.000 sebagai administrasi untuk pasien baru.

Pap smear bisa dilakukan tanpa perjanjian, mulai Senin – Jumat, jam 08.00 – 14.00 WIB. Oh iya sebelum pap smear ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Kalau udah aman semua, baru boleh pap smear. Informasi di bawah ini saya kutip dari website Prodia.

Sebelum melakukan pap smear, ikuti beberapa panduan berikut agar hasil lebih akurat:

  1. Waktu terbaik pengambilan lendir serviks adalah dua minggu setelah hari pertama mendapat haid, agar dinding serviks benar-benar bersih dari bercak darah.
  2. Jangan menggunakan pembasuh atau sabun antiseptik di sekitar vagina selama 72 jam sebelum pengambilan contoh lendir serviks.
  3. Sebaiknya, tidak melakukan hubungan seksual selama 48 jam sebelum pengambilan contoh lendir serviks.
  4. Saat pengambilan lendir, usahakan agar otot-otot vagina dalam kondisi santai (rileks), agar lendir dapat terambil dalam jumlah yang cukup.
  5. Laporkan jika Anda menggunakan pil KB atau preparat hormon wanita lainnya.
  6. Perhatikan adanya kelainan di sekitar vagina, apakah ada gatal, keputihan, dan kondisi lain yang mencurigakan.

Kemarin saya berkunjung ke YKI yang ada di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Tempatnya lumayan besar, parkiran juga cukup luas. Setelah melewati bagian registrasi, saya diminta menunggu sebentar sebelum dipanggil masuk ke kamar-kamar kecil yang diperuntukkan sebagai ruang periksa.

Setelah masuk, saya diminta menanggalkan celana lalu tiduran sambil meletakkan kaki di gantungan. Rasanya ga nyaman ya, ngangkang lebar gitu dengan segala jeroan terpapar luas. Ada malu, kesal, mau marah, benci, dll. Sungguh ingin cepat berakhir. 🙁

Di saat-saat seperti itu, niat turun dari tempat tidur, pake celana cepat-cepat dan membanting pintu ruang periksa sangat besar. Tapi terus saya tarik napas, masuk-keluar, keluar-masuk, masuk-keluar, begitu terus, berharap akan tenang.

TAPI TERNYATA GA BISA TENANG. :((

foto dari alodokter

Apalagi waktu spekulum alias cocor bebek mulai merangsek masuk ke dalam. Duh gusti, itu ya, kalau ga inget dulu guru ngaji sempat ngajarin hadist soal berkata baik, rasanya ingin ku berkata kasar.

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.”

Maka saya memilih diam, walaupun hati sungguh perih. Apalagi kemudian cocor bebeknya kemudian dibiarkan terbuka di dalam dan mbak perawat colok-colok dan putar bagian sana dengan cotton bud. 🙁

Ga sakit, tapi mau ngamuk. Kesal.
Ditanya kesalnya apa, ya ga tau juga.
*sigh

Waktu mba perawat bilang selesai, rasanya darah turun lagi ke sekujur tubuh setelah tadi mampet lama di kepala. Rasanya lega. Trus saya beres-beres dan disuruh pulang. Nanti balik lagi setelah dua minggu untuk ambil hasil tesnya.

Syukurnya hasil tes saya bagus. Semua dalam kondisi baik. Di kertasnya tertulis seperti ini:

Kesimpulan: Tidak ditemukan sel-sel abnormal
Mikroskopik: Sediaan apus terdiri atas sel-sel epitel skuamosa normal, bacillus vaginalis, dan leukosit.

Sepanjang perjalanan menuju rumah, saya banyak senyum. Memang ada harga yang harus dibayar untuk rasa aman, tapi saya ikhlas Fahri. Saya ikhlas.

/salam tes-tesan

YOU MAY ALSO LIKE

36 Comments

  1. Bieb

    Hasil tesnya langsung hari itu juga ya kak?
    Trus dijelasin ga apa artinya?? 🙂

    Reply
    • rere

      Hasil tesnya dua minggu kemudian.
      Dijelasin kalau semuanya normal pas ambil hasilnya.

      Reply
      • Suci Nur Kamelia

        Permisi ,kak mau tanya.. untuk harga nya pap smear di yki ,masih sekitaran segitu 150 ribu atau sudah berubah??..
        Dan kira2 persyaratan untuk tes apa saja yaa?

        Reply
        • rere

          Terakhir masih segitu, kayanya sih ga berubah ya.
          Bisa telepon dulu YKI-nya untuk info lebih lengkap yaa.

          Reply
  2. Tuty Queen

    Aku belum pernah pap smear, ya itu tadi kesal rasanya kalo di obok2, mungkin trauma karena beberapa kali transvaginal, dan HSG. Tapi tahun ini harus nekad pap smear kayaknya..khawatir juga.

    Reply
    • rere

      Aku juga nekat, Mba.
      Biar udah beberapa kali USG transvaginal dan udah pernah pap smear, rasanya tetep aja ga enak. 🙁

      Reply
  3. vira

    ujungnya bawa-bawa Fahri :)))))

    Reply
    • rere

      Hahahha, maafkan Kak. :))

      Reply
  4. zata

    ahahah bener banget, blom lama gw periksa rahim juga begitu bok! diubek2 pengen marah pengen nyubit mba suster dan dokternya tapi gimanaa coba?

    Btw, makasih ya infonya. Aku udah lama dapet info dari temen soal YKI ini tp blom sempet2 ke sana. Abis baca artikel ini jadi pengen ngusahain bgt buat ke sana..

    Reply
    • rere

      Semoga lancaar ya…

      Reply
  5. Dede Ariyanto

    300.000 terbilang murah yah daripada di lain waktu kita kena kanker yang biayanya jauh lebih besar. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Thanks infonya mbak. 👍😎

    Reply
    • rere

      Biar aktivitas tenang karena ga kepikiran penyakit ini-itu ya.

      Reply
  6. Liswanti

    Mba rere pas pertama aku papsmear juga begitu kesel banget, suruh bukanpaha lebar, duuh sesuatu banget deh. Tapi kedua dan ketiga udah santai aja gitu hehe

    Reply
    • rere

      Bisa karena biasa ya, Non.

      Reply
  7. Nurul dwi larasati

    Murah juga ya mba tes pap smear di YKI. Aku jadi mau coba, tapi udah ngilu aja nih…

    Reply
    • rere

      Ngilu, tapi penting.
      Jadi ya udah dijalanin aja.

      Reply
  8. Hermini Yuliawati

    Pengen ketawa pas ngebayangin perasaan saat diubek2, inget pengalaman aku sendiri. Btw, terima kasih sudah berbagi, nice info.

    Reply
    • rere

      Ya kaaann..
      Bukan aku aja yang ngerasain toh. :))

      Reply
  9. Siti Nurjanah

    Ko..saya ngilu ya dengan benda logam menyerupai bebek itu

    Reply
    • rere

      Iya, sama Kak!

      Reply
  10. Cikasur

    Perlu juga ya ini..
    Makasih sharingnya

    Reply
    • rere

      Sama-sama.
      Semoga bermanfaat.

      Reply
  11. dee

    kalau belum menikah dan belum pernah berhubungan boleh papsmear gk mba?

    Reply
    • rere

      Hai, Pap Smear ini hanya untuk yang sudah aktif secara seksual. Kalau belum aktif, ga perlu. 🙂

      Reply
  12. Zoezoelayha

    Rasa’a gmm ka…sakit bngt ga?? Ko aku dngrny linu bnr.jd takut😲😳

    Reply
    • rere

      Hai, ga sakit kok.
      Cuma memang kurang nyaman karena harus mengangkang dan dimasukin alat. 🙂

      Reply
  13. Suci Nur Kamelia

    Permisi saya mau tanya ,untuk biaya pap smear di yki masih di angka 150.000 sampai akhir tahun ini?? Apa sudah berubah?
    Persyaratan nya untuk perserta pasien baru apa saja ya kira2

    Reply
    • rere

      Sepertinya ga ada perubahan harga.
      Tapi untuk jelasnya boleh telepon dulu ya.

      Reply
  14. hartatik

    Apa ada yg sdh papsmear d yki th ni 2019 biayanya apa masih 150rb,,mohon informasinya…

    Reply
    • rere

      Sepertinya ga ada perubahan harga.
      Tapi untuk jelasnya boleh telepon dulu ya.

      Reply
  15. Eva

    Saya kemarin habis IVA dan negatif,, tp msh belom puas msh pengen papsmear apa d perbolehkan ya mbak,,

    Reply
    • rere

      Ga ada ruginya untuk tes sih.
      Kalau memang ada waktu, biaya, dan lebih tenang batinnya. Silakan aja. 🙂

      Reply
  16. Olivia Fernandia

    Mba, 150 uda termasuk biaya dokter? Atau ada biaya lainnya kah?

    Reply
    • rere

      Biaya pap smear di YKI adalah Rp 150.000, dan ada tambahan biaya Rp 15.000 sebagai administrasi untuk pasien baru.

      Reply
  17. Fitri

    Mba ..kalau sudah ada gejala sakit atau isk (infeksi saluran kemih)tunggu sembuh dulu atau gak apa2 klo langsung pap smear?.) SebelumnyaMakasih mba jawabanny

    Reply
    • rere

      Wah, konsultasi ke dokter dulu yaa.
      Aku khawatir salah jawab. 🙂

      Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Archives

Pin It on Pinterest