Perempuan yang Menunggu Kencan

by | Nov 17, 2012 | 8 comments

“Dia tak memberi kabar,” kata perempuan itu.

Kemarin, dia terdengar begitu bersemangat waktu mengabari kami. “Aku ada kencan.”

Kubayangkan pipinya memerah tomat, matanya cerah berharap.

Aku rasakan debaran di jantungnya.

“Sudah setahun aku suka dia.”

Lalu, bukan hanya dia yang bersemangat, tapi juga aku.

Menunggu penuh harap pada cerita yang nanti akan dibawanya pulang dan dibagikan pada dunia.

—-

Sabtu pagi tadi, hidupnya masih penuh harapan.

“Doakan lancar,” kata dia.

Asal dia tahu, aku bukan hanya mendoakan kencannya nanti lancar,

tapi, kuharapkan juga si lelaki akhirnya sadar, dan menjadikan perempuan itu pacar.

Hatiku berdebar kencang, pun bukan aku yang diajak kencan.

—-

Aku merangkai bunga manis di pikiran, berharap nanti seperti demikianlah yang terjadi saat si perempuan kencan.

Tapi, sabtu sudah habis setengah.

dan, perempuan itu masih di rumah.

—-

“Sudah biasa, sudah setahun aku dibuat begini sama dia.”

dan, dia masih menunggu.

Memupuk harap.

Serupa petani pada hujan saat lahan kerontang.

—-

“Tak apa, aku sudah terbiasa.”

Duhai perempuan, aku tak bisa meredakan duka, menghapus kecewa.

Yang demikian memang harus kau telan, kau bungkus rapat-rapat.

—-

Kejar cintamu, sampai kakimu melambat.

Jika nanti dia tetap tak melihat padamu, mungkin memang bukan dia.

Mungkin memang bukan dia, yang pantas lekat.

—-

YOU MAY ALSO LIKE

8 Comments

  1. Billy Koesoemadinata

    kalo lelaki yang menunggu kencan ada ga ya? atau lelaki yang menunggu jawaban, kali ya cocoknya..

    Reply
    • Rere @atemalem

      gak cuma laki-laki sih, Bil
      *mengingat masa lalu, menunggu jawaban sampai lebih setahun

      Reply
  2. IndahJuli

    Ah selalu sedih kalau ada perempuan yang mau menunggu berlama-lama.

    Reply
    • Rere @atemalem

      kok gitu mba, bukankah mereka yang menunggu adalah mereka yang sabar?

      Reply
  3. astridsimatupang

    Ahh..kenal nih kayaknya. Jadi ikut sedih.. sebentar cari temen yg masih jomblo buat dia..

    Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Archives



Pin It on Pinterest