Perkara Beli Barang di Asongan

by | May 27, 2016 | 4 comments

Saya kurang pandai memberi pada pengemis. Sewaktu bertemu pengemis, otak saya segera saja bilang tidak – ketimbang iya. Beberapa kali hati saya menyerah dan memberikan beberapa rupiah, tapi kebanyakan tidak.

Lain lagi kalau berbelanja lewat pedagang asongan. Biasanya saya lemah hati dan memutuskan berbelanja meskipun kurang butuh dengan dagangannya. Saya selalu berpikir, “toh suatu saat nanti belanjaannya bisa saja terpakai”. 

asongan 1

Prinsip saya soal berbelanja di asongan semacam tercabik siang kemarin di Stasiun Karet, Jakarta. Ceritanya saya bertemu beberapa anak yang menjual tissue. Kebetulan sedang pilek, saya memutuskan membeli satu. Sebelum membeli, seperti biasa saya menanyakan harga tissue perbuahnya. “Empat ribu, Bu.” kata si anak.

Saya kemudian mengangsurkan uang lima ribu rupiah. Si anak bilang, “ga ada kembaliannya, Bu.” Saya mengangguk dan bilang, “ambil saja sisanya.”

Bukan, bukan perkara seribu rupiah yang bikin hati saya luka. Tapi kejadian setelah itu.  Baru beberapa langkah ke luar stasiun, entah mengapa saya ingin menoleh ke belakang. Pemandangan selanjutnya membuat saya terhenyak.

Anak kecil tadi mengangsurkan uang lima ribuan kepada seorang ibu. Saya kurang paham entah ibunya atau bukan, tapi satu hal yang pasti, si anak dijadikan mesin pencari uang.

asongan 2

Kalau benar itu ibunya, saya semacam sebal. Kok ya enak sekali si ibu duduk santai, ngobrol ngalor-ngidul, bergincu merah, dan membiarkan anak-anak kecil berjualan.

Gila!

/curhat

*bukan salah gincu merah, cuma sebal saja.

YOU MAY ALSO LIKE

4 Comments

  1. Adiitoo

    Aku pernah punya pengalaman di jembatan penyebrangan Senayan. Malam itu duduk seorang anak kecil penjual tisue yang sedang belajar. Aku beli satu tisue dan tak usah dikembalikan uang 6 ribunya.

    Dia cuma bilang,”Jangan kak, ada ibu aku di belakang sana. Kakak ambil saja 5 ribunya, cukup seribu.”

    Sedih kak… Sedih… Dengar omongan anak kecil seperti itu miris, bikin meringis.

    Reply
    • rere

      Ya ampunnn, sedihnya.. :((
      Kalo gini, mending kasi makanan kaya biskuit/susu gitu ga sih ke mereka?

      Reply
  2. Swastika

    Iya Re, banyak yg kayak gini di Jkt. Kalau rajin, mending bawa biskuit atau susu UHT kemasan buat dikasih ke si anak.

    Reply
    • rere

      Nah iya ya, Mba. Mendingan kasi kue-kue kecil biar dimakan sama anaknya.

      Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Archives



Pin It on Pinterest