Pertemuan

by | Jan 31, 2017 | 4 comments

Jutaan bintang berkelip di langit saat siluet tubuhnya terlihat. Aah, maafkan perumpamaan yang berlebihan ini, karena toh pertemuan itu terjadi di siang bolong. Tak ada bintang, bahkan satu.

Lalu ada sentuhan dengan sandi senyap sebagai pengganti kata rindu, ada dekapan erat, lumatan panas, dan ratusan kalimat yang kita pertukarkan sebagai pengganti lima bulan kehilangan.

Seperti lindu yang datang tiba-tiba, merisak batasan yang dengan hati-hati digariskan. Mirip air bah dari bendungan jebol, terlalu deras untuk ditahankan. Seandainya hanya ada kita, aku akan menjerit seluas-luasnya, menangis sekencang-kencangnya.

Duhai Tuan, rasa ini sudah mendendam. Berkarat. Pekat.
Hingga pertemuan rahasia pun tak mampu padamkan bara.
Bagaimana lagi, bersamamu agaknya rindu tak akan pernah tunai.

 

/ode rindu usai lindu.

 

YOU MAY ALSO LIKE

4 Comments

  1. cumilebay

    Kamu rindu siapa diam2 ????
    Jangan rindu dan bertemu laki orang yaaa hahaha

    Reply
    • rere

      Rindu kamu, Om Cumi!
      Kapanlah kita jalan-jalan bareng yok. 😀

      Reply
  2. Rry Rivano

    hemm..

    Reply
    • rere

      Hai Urry, sini peluk dulu.

      Reply

Leave a Reply to Rry Rivano Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Archives

Pin It on Pinterest