Reuni

by | Feb 24, 2013 | 0 comments

reuni

Dear ilalang,
Gegap gempita suara mengusik telingaku sejak kemarin.
Reuni! Reuni! Kata mereka.

Kostum pawai terpikir, menggunting pola, menjahitnya, mencoba lewat kepala.
Asesoris tambahan, hidup ataupun tidak hidup, wajib dibawa.

Untuk kamu, mungkin ini hanya gelaran temu rindu, setelah lebih sepuluh tahun tak bertemu.
Cipika-cipiki, sekian jam tertawa (entah asli atau palsu), kemudian pisah.

Sayangnya, padaku, reuni semacam bom waktu.
Pilihannya, aku, kamu, atau kita berdua mati.

Reuni, lima huruf yang bikin otak serasa naik roller coaster.
Sekian detik, dan kejadian masa lalu terpampang jelas di hadapan.
Aku, kamu, telanjang.

Ingatan itu sudah beribu kali dimasukkan ke kotak.
Sayangnya, tak perlu pencungkil hebat, sedikit tiupan napas, sebait pesan teks.
dan, dia nyata-nyata terbuka lebar, tutupnya terbang entah kemana.

Reuni.
Keparat!

/24-2-2013

YOU MAY ALSO LIKE

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Archives



Pin It on Pinterest