Hotel Jalan-Jalan

Review – Hotel Transera Pontianak

Matahari sudah surut waktu kami tiba di Pontianak pekan lalu. Pemandu sekaligus sopir mobil sewaan kami menghentikan laju mobil tepat di lobby Hotel Transera. Tidak seperti jaringan hotel kenamaan lain, nama hotel ini baru pertama kali saya dengar. Karena namanya yang asing, saya menetapkan tingkat kepuasan sangat rendah.

3

Tapi, seperti orang bijak bilang, jangan menilai sesuatu dari bungkus/penampakan/namanya, besar kemungkinan kita salah. Udah bilang buruk, taunya malah menyenangkan trus akrab. #ehgimana?

Oke, lanjut cerita soal hotelnya, yaa. Hotel Transera ini ada di  Jl. Gajah Mada No. 21, Kalimantan Barat. Lokasinya di pusat kota dan luar biasa strategis. Dari hotel ini cuma butuh beberapa langkah ke warung seafood andalan Pontianak, yang sayang banget ga sempat kami coba karena warungnya baru buka sore padahal kami sudah harus sampai di bandara siang hari.

Di dekat hotel ini juga ada pasar tradisional yang namanya Pasar Flamboyan. Di area pasar ada warung roti cane enak. Ada juga nasi kuning super enak, yang saking enaknya saya sampai minta resep lauk ayam gorengnya ke kokoh empunya warung. 😀

Untung dikasi.. hehe

Masih di sekitar hotel ada yang namanya Jalan Hijas. Sepanjang jalan ini berjejer warung kopi yang memanggil-manggil minta dikunjungi. Duh..

1

Skip soal kulinernya, sekarang kembali lagi soal hotel. Setelah beberapa hari tidur melantai dengan bed tambahan di Singkawang, kali ini saya dipilih kakak Terry untuk tidur bersama di kamar nomor 805. Kamarnya besar, luas, dan bersih. Pengalaman bobok barengnya makin asik karena teman sekamarnya menyenangkan dan ga pelit berbagi pengalaman. Laaff..

10

Kamar yang kami tempati ini tipenya Executive, tipe kamar paling oye di Hotel Transera.

Pemandangan pertama yang terlihat saat membuka pintu kamar adalah lemari kecil dan pintu kamar mandi.

8 5

Airnya banyak, mengalir deras, ada air panas, alat mandi (sikat gigi dan pasta gigi, sanitary bag, sabun batang, sabun cair, dan shampoo cair). Di toilet juga udah disediain handuk bersih yang wanginya bikin saya berasa nyender ke dada si abang. #eh

6

abaikan dua botol di sebelah kiri, itu punya kak terry

Masuk lagi ke arah dalam, kami bertemu dengan sofa ukuran dua orang yang nyaman.

2

Hotelnya asik sih, tempat tidur ga terlalu terekspos dari luar. Jadi kalau ada layanan kamar atau tamu yang sejenak berkunjung, ga perlu buru-buru berpakaian yang layak, cukup ngumpet di bagian yang ga terlihat aja. 🙂

7

Gambar di atas ini jadi sudut favorit saya. Selalu suka dengan hotel yang nyediain meja kecil untuk kerja. 🙂

Oh iya, kalau lapar dan malas keluar, bisa jajan juga di restoran hotel atau pesan layanan kamar yang buka 24 jam. ^^

cemilan

Yes, sekali lagi, kasurnya enak dan empuk. Sepreinya bersih dan harum. AC-nya dingin, kamarnya menghadap ke arah luar dan punya jendela. Menyenangkan. 🙂

3

Sebenernya saya masih betah lama-lama tidur di kamar. Tapi dasar perempuan gampangan, saya terbujuk rayu teman sekamar yang ajak jalan-jalan ke Pasar Flamboyan.

Ada apa di Pasar Flamboyan? Tungguin updatenya di sini, ya.. ^^

/salam hotel empuk

Previous Post Next Post

You may also like

3 Comments

  • Reply Goiq

    wooww biru

    March 2, 2016 at 18:26
    • Reply rere

      cakep yaaaa

      March 3, 2016 at 13:18
  • Reply Mengunjungi Si Cantik Pasar Flamboyan | SEDIKIT CERITA UNTUK KENANGAN

    […] di Transera Hotel membuat saya mudah sekali mencapai Pasar Flamboyan, hanya sekitar 5 menit jalan […]

    March 3, 2016 at 13:16
  • Leave a Reply