Rupa Rupa Manusia Kereta

by | Jan 19, 2011 | 26 comments

gambar dipinjam dari sini

Saya tidak bercerita tentang rupa-rupa manusia kereta yang biasa, tapi saya bercerita tentang rupa-rupa manusia kereta yang harus memberikan nyaman kursinya pada penumpang prioritas kereta :

  • ibu dengan anak kecil;
  • manusia hamil;
  • manusia lanjut usia; dan
  • manusia penyandang cacat.

Pengamatan saya menunjukkan manusia kereta berjenis kelamin laki-laki lebih mudah memberikan kursinya untuk 4 jenis manusia kereta di atas. Entah karena malu pada perempuan sekitar atau memang nyatanya rela, saya tidak tahu.

Manusia kereta perempuan biasanya melakukan tindakan seperti ini

  • Diam saja
  • Pura-pura membaca
  • Pura-pura tidak tahu
  • Memandang-mandangi manusia kereta laki-laki di sebelahnya, kemudian meminta si laki-laki memberikan kursinya

Oh iya, gerbong perempuan di kereta itu sama sekali tidak ramah perempuan hamil. Tidak ada satupun perempuan di gerbong perempuan yang pernah memberikan saya tempat duduk. Reaksi umum yang saya terima biasanya, “Ke gerbong campur aja mbak, minta tempat duduk sama laki-laki,” begitu kira-kira.

Tapi tidak semua manusia kereta perempuan seperti itu, sama halnya dengan tidak semua manusia kereta laki-laki rela dan baik hati.

Manusia kereta laki-laki biasanya

  • Pura-pura tidur
  • Pura-pura membaca koran
  • Pura-pura bermain telepon genggam (sambil menunduk dalam-dalam

Pernah, pada satu kesempatan saya bertemu manusia kereta perempuan berhijab lebar, dijemarinya ada buku kecil alma’tsurat (kumpulan surat pendek yang diambil dari Al Quran), lalu disebelahnya ada laki-laki berkopiah, sibuk membaca koran. Saya merasa senang sekali, saya berpikir manusia-manusia dengan baju agama itu adalah manusia baik hati, saya pasti akan mendapatkan hak saya.

Tapi, Si perempuan melihat perut saya sekilas saja, lalu kembali menekuri buku kecil, 5 lalu 10 menit kemudian tidak ada tanda-tanda dari si perempuan untuk memberikan kursinya pada saya.

Hal yang sama terjadi pada laki-laki berkopiah, Ia santai saja membalik korannya dari muka ke belakang. 15 menit berlalu, manusia kopiah terlihat gelisah, mungkin (hanya mungkin) ia baru melihat ada manusia hamil di depannya. Lalu dengan wajah terpaksa, sedikit mendengus ia memberikan kursinya pada saya.

Kali lain, saya dengan perut yang membelendung berjalan ke peron, menunggu kereta yang sesaat lagi akan tiba. Manusia peron laki-laki yang sedang duduk di kursi tunggu tiba-tiba berdiri, memberikan kursinya pada saya tanpa saya minta. Hanya satu kali itu saja saya mendapatkan tempat duduk di peron, sisanya? saya musti berdiri hingga kereta masuk stasiun. Memang tidak ada bangku prioritas di peron stasiun, jadi ya dinikmati saja.

Oh iya, biasanya kalau penumpang lain tidak memberikan hak saya, saya akan meminta. Selama ini saya meminta pada mereka yang duduk di depan saya, “Mas, boleh tempat duduknya untuk saya.” Reaksinya macam-macam, ada yang buru-buru berdiri sambil minta maaf, ada yang memelototi, ada yang misuh-misuh, ada yang senyum.ย Apapun reaksinya, ya saya duduk saja. ๐Ÿ˜€

Pada bulan-bulan akhir kehamilan, sulit untuk saya berdiri dalam waktu lama, pernah satu saat saya mesti berdiri sepanjang perjalanan, saat itu saya mesti bertahan dengan keringat dingin, pandangan mengabur, lemas, dan kelelahan.

*kalau ada diantara kalian yang pernah diminta kursinya untuk penumpang prioritas, bagaimana reaksi Anda?

/Salam kereta!

YOU MAY ALSO LIKE

26 Comments

  1. Billy Koesoemadinata

    kalo saya sih, diminta ga diminta, begitu saya liat ada ibu2 hamil, langsung saya tawarin. terserah dia mau atau ga, saya tetep tawarin. mau itu di busway transjakarta, ataupun kereta.

    btw, Rere masih naek kereta? bukannya udah tinggal bentar lagi ngelahirin?

    Reply
    • rere

      masihhh… sampe jumat masi ngantor.. doakan ndak brojol di kereta yakk.. hohooh…

      Reply
      • Billy Koesoemadinata

        ya ampun re.. berisiko banget sih..

        mudah2an ga sampe lahiran di kereta.. amiiinn..

        Reply
  2. wiwikwae

    Aku pernah berdiri 3 jam, bis Jogja – Semarang, hanya karena kasihan melihat ibu2 yang tidak dapat tempat duduk, di dalam bis. ๐Ÿ™‚

    Reply
    • rere

      wahhh, mamah wiwik kok bisa bae hati kayak gitu? 3 jam euy…

      Reply
  3. capcaibakar

    Ya ampun Rere.. jadi pengen nangis bacanya. Opet baik-baik ke mama ya…

    Kog orang-orang pada tega sih..

    Reply
    • rere

      hehehe… iya, aku janji nanti ga gitu sama orang2 yang butuh tempat duduk, ndak mau nambah-nambahi manusia macam gitu. hehee

      Reply
  4. Abu Zuhrotul Aziza

    Di sinilah sesungguhnya kita jadi mengetahui apakah kita punya โ€œperasaanโ€ atau tidak ya, Mbak? Hmm… nice posting.

    Reply
  5. arman

    waduh masa sih ada yang misuh2 tempat duduknya diminta sama wanita hamil? aneh banget itu orang ya… hehehe.

    btw, bentar lagi udah mau lahiran ya… semoga semuanya lancar dan sehat ya..

    salam kenal!

    Reply
  6. izor ipelhaf

    ya karena “cover” kadang tidak bisa buat ambil kesimpulan final sebelum liat “isi”nya.Bahkan dari cerita ini pun gw baru nyadar,ternyata antar wanita pun bisa kayak gitu ya…

    Reply
  7. uul

    baru mampir dari blog sebelah, saya malah kadang suka ditawari tempat duduk…tapi saya gak suka :p.
    Abisan, seringnya dikirain lagi hamil sih… padahal saya kan lagi gak hamiil.. ciih -_-”
    *menyalahkan lemak yang bertaburan di perut

    Reply
  8. Ani Berta

    Kalau saya akan cepat2 berdiri jika ada yg hamil atau manula atau yg bawa anak kecil

    Reply
  9. mia fauzia

    Aku ga pernah liat sendiri yg separah itu, tapi udah sering dengar critanya.aku sm temenku kl naik krl bawa anak biasanya malah naik gerbong biasa. Bapak2 biasanya lebih mau ngasi temoat duduk. Dan kata suamiku yg roker suka kejadian ada ibu sama anak kecil yg gadapet duduk dan kereta sesak bgt. Anak2 kecil suka pada nangis sepanjang jalan. Kasian banget :'(. Apalagi kl acnya ga nyala. Kapan ya punya transportasi publik yg reliable dan ramah bumil,orgtua,disable,sm anak kecil

    Reply
  10. nengbiker

    aku juga berjanji pada diriku sendiri, mudah ngasih kemudahan ke orang lain yang membutuhkan.
    suatu saat insyaAllah juga diberi kemudahan ketika sedang membutuhkan.

    Reply
  11. Heni Puspita

    In syaa allah kalau saya langsung kasi kursi ke yang lebih membutuhkan kecuali kalau memang bener2 sakit bener2 ga bisa berdiri, itu qodarulloh. Semoga kita senantiasa dilembutkan hatinya supaya lebih aware dengan orang2 yang lebih butuh tempat duduk di angkutan umum. Rasa adem di hati saat berbuat hal yang sepertinya sepele tapi sangat membantu orang lain itu indaaah banget, bonus pahala pula. Mungkin sudah banyak yang lupa ya sama rasa itu…

    Reply
  12. Shinta

    Saya reflek berdiri mak, yang hamil kecil kaya 4 bulan kadang udah bisa saya kenali. Tau banget rasanya berdiri sambil hamil pasti pusing dan lemes. Btw mak, hikss begronnya kok item, agak kurang nyaman dibacanya *saran aja hehehe

    Reply
  13. Raisa

    ironis ya maak ๐Ÿ™ Bangku priority malah jadi alih fungsi..

    Reply
  14. Mugniar

    Mestinya ya dikasih Mak ๐Ÿ™
    Waah begitu kerasnya kehidupan kereta untuk makmil ya …

    Reply
  15. Kania

    Saya pernah mak naik bis gendong anak Tangan satu pegang kursi. Ga ada tuh yg nawari duduk ๐Ÿ™ karena saya gak Hamil saya masih kuat sampe turun tapi tetep aja udah nya gemeteran Tangan..

    Reply
  16. LiaLathifa

    iih pernah saya digituin pas di gerbong perempuan, pdhl masih benerin seabrek tas dan masih nuntun 2 bocahku, tau2 ibu2 cuma nyuruh, mbak ke ujung sana aja duduk di kursi khusus, biar duduk.. wwaaw, kenapa gak ibu aja bu yg berdiri dan ngasih duduk di situ, gak beda kan?.. hihi malah curcol.. tulisannya asik nih, setuju deh sama kamu ๐Ÿ™‚

    Reply
  17. Arifah Abdul Majid (@arifah_feibiii)

    Saya sangat jarang menggunakan kereta atau bis, jadi ga terlalu tau hal-hal seperti ini. Tapi memang masyarakat kita banyak yang minim kepekaannya, baik itu terhadap manula, ibu hamil, maupun terhadap difabel

    Reply
  18. damarojat

    ini tulisan th 2011. kini msh ada berita sejenis ini. jadi, apa yg dipelajari masy kita selama 3 th ini ya? memprihatinkan….

    Reply
  19. Bieb

    Pasti saya kasih mba’. Tanpa diminta.
    Saya diajarkan sama lingkungan saya untuk peduli kepada mereka (manula, ibu hamil, yg membawa anak). Jadinya walau dulu blm ngerasain hamil, tetap memprioritaskan mereka.
    Btw, apakah sikap yg kaya’ gitu jg bisa dipengaruhi lingkungan? Maksudnya klo sikap cuek itu krn org2 terdekatnya (org tua, kerabat, teman) jg cuek??

    Reply
  20. riario

    saya jugaaa..
    saat itu terpaksa sekali naik angkutan umum, saya hamil dan bawa anak kecil, naik bus trans*okja (katanya kota pelajar, bukan kota metropolis padahal) perut mblendung dan gendong anak kecil ya teteeep aja berdiri.. semuanya cuek baik pelajar maupun bapakbapaknya dan fyi, jalannya bus ga se smooth transjakarta.. ajut2an parah.. yasudah dinikmati saja.. hehe
    *yaaah, curhat deh* hihihii.. thanks

    Reply
    • rere

      Serem banget emang. Sekarang kayanya kalo butuh duduk mending minta baik-baik kali ya, soalnya kalo nungguin belum tentu ada yang kasi juga. ๐Ÿ™‚

      Reply
  21. Anggara

    Saya sih memilih tidak duduk di tempat duduk prioritas. Bukan apa2, saya rasa tempat duduk itu mestinya diduduki oleh yang memang dikasih prioritas.

    Tapi kalau duduk di tempat biasa sih, kalau ada yang perlu kursi saya kasih diminta atau tidak diminta. Bapak2 bawa balita aja saya kasih apalagi cuma ibu bawa balita

    Reply

Trackbacks/Pingbacks

  1. » Pin #DukungBumil Bieb's blog - […] kemarin saya baru saja baca postingan lama mba’ Rere a.k.a @rehatemalem soal pengalaman mba’ Rere di tahun 2010 yang…

Leave a Reply to » Pin #DukungBumil Bieb's blog Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Archives

Pin It on Pinterest