Satu Musim Sajak Ranting

by | Oct 14, 2010 | 0 comments

Apa kabarmu kawanku Ranting? Ingatkah kau pada musim itu?
Saat getar menjadi satu, saat nafas kita memburu?
Saat terang kita habiskan bergelapan, saat gelap tak membuat kita ketakutan.

Ingatkah kau? Waktu itu ada lentikku dipipimu, ada elusanku di bibirmu.
Lalu, saat musim berganti, kau pergi menyisakanku senyum getir.

******

Hai Ranting, pernahkah kau mencariku sebelum musim itu datang?

Sebelum semuanya sebegitu temaram, hingga tautan tangan kita cuma sekedar bayang.
Sebelum kepalaku begitu penuh, hingga hadirmu tak cuma membuat ragaku berpeluh.

Ranting, maukah kau mengulang musim? Menjalaninya perlahan, meski takkan ada yang berubah pada akhirnya.

Aku tidak!

Musim itu sangat indah kawan, satu-satunya yang kita punya sekarang cuma kenangan. Itu sudah!

Hai ranting, tadi malam aku bermimpi, bibir ini kau cium.

/Gelap, selamanya akan gelap.

YOU MAY ALSO LIKE

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Archives



Pin It on Pinterest