Saya Ini Blogger Apa?

by | Oct 27, 2015 | 7 comments

Sebagai manusia yang suka mengaku-aku sebagai blogger, saya sering bertanya pada diri sendiri, blogger apakah saya? Apakah diri saya, blog saya, punya nilai dan diakui kredibilitasnya?

Beberapa teman, yang kebetulan punya project mencari blogger-blogger berniche tertentu, sering mengelompokkan saya sebagai blogger rumah tangga. Termasuk di dalamnya soal cinta, asmara, ranjang, pel, sapu, elektronik rumah tangga, sampai urusan wajan. Belakangan, setelah punya anak, saya dikelompokkan dalam blogger yang memiliki kemampuan menulis soal pengasuhan anak, atau yang biasa disebut parenting.

Oh iya, tentu saja saya ahli tau soal pengasuhan anak. Anak yang rencananya mau dilahirkan normal tapi akhirnya malah lahir sesar itu udah mau lima tahun umurnya. Udah besar!
Fase tumbuh kembang awal tentu saja sudah saya lewati. Mulai menyusui ekslusif, masa-masa makan pertama bayi, lanjut menyusui sampai dua tahun setengah, masa-masa bermain di rumah, sampai akhirnya mengantarkannya ke gerbang sekolahan.

Tapi apa pengasuhan saya udah benar? Saya percaya diri saja kalau cara saya sudah benar. Rasa percaya diri ini saya tuangkan dalam tulisan, berikut pula dengan hasilnya. Saya lakukan terus menerus, maka karena konsisten demikian, saya punya kredibilitas menjadi blogger yang berbicara soal pengasuhan anak.

Kredibilitas, menurut saya, bisa dibentuk dan dicitrakan lewat segala tingkah laku dan jejak. Jejak ini bisa berupa, tulisan, gambar, dan perkataan.

Intinya sih begini, kalau ingin dikenal sebagai blogger yang jomblo dan patah hati, ya jangan posting gambar hore-hore di pantai sambil minum wine. Bubar jalan itu segala pencitraan. Kalaupun ke pantai, lebih baik tampilkan foto duduk sendirian-tampak belakang-memandangi sunset. Tambahkan caption di bawah foto, “menunggu sampai ujung waktu.”

Maka yang demikian itu disebut SAH.

Soal kredibilitas ini, menurut blogger panutan Indonesia, Iman Brotoseno, harus terus dipegang bahkan ketika tawaran-tawaran bernilai mulai datang. Kalau misalnya ditawari menulis tentang satu produk, tapi produk ini rasanya ga cocok dengan rasa blog, ambil langkah berikut:

  1. Pikirkan apakah brief yang masuk sudah sesuai dengan hati nurani. Kalau tidak sesuai, lewatkan saja.
  2. Pikirkan apakah brief yang masuk bisa disesuaikan dengan tema blog secara keseluruhan. Ketika blognya Mas Iman diminta untuk review satu merk minuman keras, ketimbang menuliskan bagaimana brand itu saat ini, beliau lebih memilih menuliskan masa lalu dan perjalanannya hingga saat ini. Disesuaikan dengan blognya yang sering menuliskan soal sejarah.

Nah, tips yang kurang lebih sama juga diinfo langsung dalam sesi ngobrol bareng dengan sesepuh blogger, Pakde Mbilung. Pakde bilang, konsisten itu hal yang gampang diucapkan tetapi susah sekali dilakukan. Kalau misalnya isi blognya melulu gosip, ya jangan beralih dari topik gosip. Kalau biasa bohong, ya jangan sampai jujur.

Lakukan terus-menerus, sampai ketika ketika orang berjumpa dengan kita untuk pertama kalinya, yang pertama kali mereka bahas adalah tulisan atau karya kita, bukan malahan tanya soal berat badan, jumlah anak, ataupun skripsi!

“Wahh, ini XXYY ya… Duh, saya baca tuh tulisannya yang ini. Makasi ya, berguna banget buat bla bla bla”

atau di lain waktu

“Ihh, gw ngikutin tips lo buat bersihin wajan pake lemon. Tapi kok ga berhasil, ya?”

dan berbagai kalimat basa-basi lain yang punya potensi bikin plafon bolong karena kita terbang begitu tinggi. Kalau itu sudah terjadi, maka nikmatilah! Kredibilitas sudah mulai tertanam, tinggal dipupuk yang rutin, tunggu besar, dan bersemi.

Sekali lagi, iyah, rumusnya konsisten.
Cuma sembilan huruf, tapi susahnya minta ampun.

Eniwei, Selamat Hari Blogger Nasional saya ucapkan dari Event Blogger Camp di Hulu Cai, Bogor. 😀
Semoga kita semua jadi blogger yang mabrur, kemarin-hari ini-besok-dan seterusnya.

Ssstt, udah ngeblog hari ini?

/salam

YOU MAY ALSO LIKE

7 Comments

  1. venus

    tadi baca sekilas di timeline tentang niche.

    ya, ya. memang sebaiknya begitu. tapi yang blognya isi segala macem kayak KITA gini ya gpp juga kan :)))

    selamat hari blogger nasional, re. salam buat temen2 yaaa

    Reply
    • rere

      Iya mbok, yang kaya kita ya gapapa juga.
      Asal konsisten. Konsisten campur-campurnya.. hahaha..

      Reply
  2. @danirachmat

    Semoga jadi blogger ya Mabrur Mbak Rere. 😀
    Selamat hari blogger nasional dan sebentar lagi akan saya aplikasikan ilmunya! 😀

    Reply
    • rere

      Selamat Hari Blogger Nasionaaalll.. *tiup terompet*

      Reply
  3. echaimutenan

    selamat hari blogger rere
    aku juga ga mudeng kenapa aku jadi lebih sering nulis ttg keluarga… tapi kayaknya ngikuti alur seh ya…dijalani ae.. *terus garuk2 niche sendirinya apa :/

    Reply
    • rere

      Hahhaha, selamat hari blogger, mbakyuu

      Reply
  4. Tatang Tox

    Saya blogger gado-gado saja lah. Campur-campur isinya yang penting uenak. hehehe… 😆

    Reply

Leave a Reply to venus Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Archives



Pin It on Pinterest