Selamat Ulang Tahun, Rere

by | Aug 2, 2016 | 2 comments

Sehari kemarin, saya mengambil jarak dari semuanya. Dari keluarga, teman, juga bayang-bayang kemarin. Saya berusaha mengenal lebih baik diri saya sendiri. Memberikan waktu untuk berpikir tanpa interupsi.

Perubahan itu hal yang pasti. Beberapa menyenangkan, beberapa lagi tidak. Tumbuhnya jerawat baru atau flek-flek hitam di bokong adalah kejadian menyebalkan. Naik pangkat, dapet transferan, atau sekadar disapa laki-laki idaman, sebaliknya.

Sayangnya, manusia tidak hidup sendirian. Setiap perubahan yang terjadi, mau tidak mau, akan jadi tontonan untuk orang lain. Sebagian sibuk dengan urusannya sendiri dan enggan ikut campur dengan urusan orang lain. Sebagian lagi, tidak.

Perubahan yang terjadi pada orang lain semacam makanan jiwa untuk orang-orang di tipe kedua. Entah terlalu selow atau malahan memang ga punya sesuatu untuk dikerjakan, orang-orang ini hobi sekali mengurusi orang lain. Semakin besar perubahannya, semakin riang mereka.

Tapi apalah kita. Lebih baik melayangkan senyum paling manis ketimbang menjawabi semua pertanyaan yang muncul. Karena yang menyukaimu tidak butuh itu, dan yang membencimu tidak percaya itu.

Saya terdiri dari banyak wajah, terbentuk dari banyak pengalaman. Bisa jadi kamu hanya melihat salah satu, tapi merasa sudah melihat semuanya.

View this post on Instagram

Just coffee. Black – like my soul.

A post shared by Rere (@atemalem) on

 

YOU MAY ALSO LIKE

2 Comments

  1. Arman

    Happy birthday

    Reply
  2. Winda Carmelita

    Karena yang menyukaimu tidak butuh itu, dan yang membencimu tidak percaya itu.

    Love this word 🙂

    Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Archives



Pin It on Pinterest