Senja Buta

by | Oct 21, 2009 | 0 comments

Dada berdebar, rasa bergetar, bibir gemetar,

Harap datang perlahan, dimulai dari bilik-bilik kecil di notebook kesayangan

Percakapan sambil lalu, percakapan sebelum lelap, percakapan adiktif.

Senyum-senyum tiap pagi.

Lantas, pada satu malam, lelaki di ujung sana berkata tak bisa lagi menemaninya mewarnai bilik-bilik mimpi, padahal di seberangnya, ada yang mulai bersemi

Lekas ditimbun dengan berton-ton tanah, sambil merapal mantra “aku baik-baik saja”

Tapi, mantra agaknya tak kuat bertahan lama

Seseorang dari negeri peri, memberinya sapu terbang, sapu itu akan berhenti di negeri yang pernah terpisah dinding.
Negeri itu, kebetulan dekat dengan negeri si lelaki.

Dan, terulang lagi

Dada berdebar, rasa bergetar, bibir gemetar.

/ gadis malang yang bimbang.

YOU MAY ALSO LIKE

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Archives



Pin It on Pinterest