Sudah Bayar Pajak?

by | Feb 19, 2015 | 5 comments

Bayar pajak itu kalo kata Cita Citata, sakitnya tuh di sini, kak.
Duit cuma seada-adanya, harus dipotong lagi buat negara, mana potongannya ini  sifatnya sungguh memaksa plus diatur pula dalam undang-undang. Tak ada celah untuk lari!

Kalau kata Bu Ivna Prawestiningtyas, Staf Bidang Penyuluhan Pelayanan dan Humas Kanwil DJP Wajib Pajak Besar waktu Ngobrol Pajak Bareng Blogger, Selasa kemarin, pajak itu kontribusi kita sebagai warga negara. Nanti dana pajaknya itu bakal disalurkan untuk membiayani APBN. APBN dipakai buat jalanin program kerjanya pemerintah, contoh : bangun jembatan dan jalan raya. 

Tapi ya liat pemerintah yang begonoh, apalagi kalo pemerintahnya make dana pajak buat “perjalanan dinas yang banyakan jalan-jalan nya ketimbang dinasnya” itu, sungguh malas harus bayar pajak

Tapi kembali lagi ke sifatnya yang memaksa, wajib pajak ga punya jalan buat kabur. Kalau karyawan, pajaknya langsung dipotong perusahaan. Kalo pegawai lepas macam saya, pajaknya juga dipotong langsung pemberi kerja.

Okelah, sudah misuh-misuhnya. Sebagai warga negara sekarang cuma bisa berdoa semoga dana pajak bakal dipakai sebaik-baiknya untuk kemakmuran rakyat. AMIN!

Sekarang mau kasi info soal macam-macam kantor pelayanan pajak. Ternyata kak, ga semua kantor pajak itu bisa dipake buat bikin NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), lhoo. Jadi, ada kantor yang dipakai untuk pelaporan perusahaan, ada juga yang perorangan.

Trus saya baru tau kalau kantor pajak ga menerima dana pembayaran pajak. Jadi, bayarnya di bank, lalu lapor buktinya ke kantor pajak. Jadi ini kantor dihindarkanlah dari kemungkinan kongkalikong pembayaran pajak.

Kalau ini, jenis-jenis kantornya :

1. KPP Wajib Pajak Besar Satu, untuk Wajib Pajak badan besar tertentu yang melakukan kegiatan usaha di sektor pertambangan dan jasa penunjang pertambangan
2. KPP Wajib Pajak Besar Dua, untuk Wajib Pajak badan besar tertentu yang melakukan kegiatan usaha di sektor industri, perdagangan, dan jasa
3. KPP Wajib Pajak Besar Tiga, untuk Wajib Pajak BUMN yang melakukan kegiatan usaha di sektor industri dan perdagangan
4. KPP Wajib Pajak Besar Empat, untuk Wajib Pajak BUMN yang melakukan kegiatan usaha di sektor jasa dan Wajib Pajak Orang Pribadi tertentu.

Karena saya baru pertama kali datang ke Kanwil DJP Wajib Pajak Besar, dan saya yakin teman-teman juga banyak yang belum pernah datang ke sana, saya bagi fotonya ya.. ^^

pajak

??????????????????????????????? ??????????????????????????????? ??????????????????????????????? ???????????????????????????????

Kantornya jauh dari kesan kusam, malahan keliatan modern, seperti kantornya bank swasta. Saya bawaannya pingin leyeh-leyeh di sofa-nya yang luar biasa besar dan empuk ituh, tapi karena takut diusir, cuma berani foto-foto aja. 🙂

Eniwei, cuma mau ngingetin kalau laporan pajak kakak-kakak ditunggu sampe 31 Maret 2015. *melipir*

Trivia Pajak
1. Wajib Pajak itu yang penghasilan tahunan-nya di atas 24.3 juta pertahun atau 2.025ribu perbulannya.
2. Layanan  pajak bisa diakses online, mulai dari registrasi, pelaporan, pengisian, pembayaran, dll. Cek http://pajak.go.id.
3. Kantor pajak ga punya akun socmed buat tanya-tanya, tapi katanya bakalan ada fitur chat online di websitenya.

/salam bayar!

 

YOU MAY ALSO LIKE

5 Comments

  1. rozi

    Tambahan aja re,slain jenis kantor pajak yang sudah disebutkan,ada lagi KPP Pratama,KPP Madya,KP2KP…jadi slain pemisahan jenis subjek pajaknya,apakah perusahaan atau perorangan,tapi ada juga KPP yang tetap melakukan pelayanan kepada wajib pajak baik perorangan atau perusahaan dalam 1 kantor pajak.
    Semoga postingan ini juga bisa memberi pemahaman ke masyarakat,terutama penjelasan bahwa bayar pajak itu bukan ke kantor pajak atau petugas pajak,tapi ke bank 🙂

    Bayar pajaknya,awasi penggunaannya…
    Nice post reh..

    Reply
    • rozi

      Eh iya ada saluran khusus dari ditjen pajak kalo pingin nanya nanya ttg pajak,bisa call 500200 kringpajak

      Reply
    • rere

      Yay, terimakasih infonya, kak.. ^^
      Pas banget nih yang butuh info penting soal pajak bisa langsung ke KringPajak!

      Kemaren dapet info kalau nomornya berubah ke 1500200.

      Reply
  2. Anggara

    bayar pajaknya di setor sama perusahaan 😀

    Reply
    • rere

      kalo dibayarin perusahaan, jangan lupa minta bukti setor pajaknya. ^^

      Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Archives



Pin It on Pinterest