Teh Daun Asam Gelugur jadi Pemenang CMA 2015

by | Jan 15, 2016 | 4 comments

Pernah dengar bumbu rempah yang namanya asam gelugur? Sebagai keluarga Batak, saya cukup sering mendengar asam gelugur ini disebutkan di rumah. Asam gelugur, oleh mamak saya di rumah, sering dijadikan tambahkan bumbu masakan agar cita rasanya jadi khas.

garcinia

Lain ladang lain belalang. Di rumah mertua yang berpaham melayu, asam gelugur ini tidak menjadi bumbu, melainkan dinikmati sebagai manisan. Manisan asam gelugur ini biasanya hadir saat hari raya bersama manisan pepaya, manisan cabai, dan kolang-kaling. 😀

gambar dari sini

gambar dari sini

 

Sasjunita

Perjumpaan saya yang berikutnya dengan asam gelugur terjadi Kamis kemarin di event Citi Microentrepreneurship Awards 2015. Di satu booth finalis calon penerima award, terpajang Teh Daun Asam Gelugur. Si mbak yang kalau dari pakaiannya sih asalnya dari Padang itu, bilang, kalau Garci – tea yang dia wakili bisa bantu bikin badan jadi langsing!

APAAHHHH…. LANGSING?

Trus saya langsung seger gitu denger kata-kata langsing! Hahaha..
Kemarin saya sempet cobain dua cup teh yang dibikin sama mbaknya. Rasanya asam-asam seger gitu, enak! Rencananya sih pingin mborong, tapi keabisan euy, saya cuma kebagian bawa pulang 2 kotak isi @30bag teh. 🙂

garci-tea

Kalau baca informasi di kemasannya, khasiat si daun asam gelugur ini ternyata bukan cuma bikin langsing, lho! Minuman herbal teh daun asam gelugur punya kandungan Hydroxycitrit Acid (HCA) yang bisa hambat pembentukan asam lemak dan kolesterol. Komunitas Lokal Biodiversity Sijunjung – Sumatera Barat, yang jadi produsen Garci-Tea ini juga yakin produknya mampu menyembuhkan rematik, menurunkan tekanan darah, dan menyembuhkan radang gusi.

Asik, ya. Ga cuma enak tapi juga manfaatnya banyakk.. 🙂

Oh iya, ini ada sedikit info soal awardnya. Program Citi Microentrepreneurship Award (CMA) diluncurkan pertama kali pada tahun 2005 dengan nama Global Microentrepreneurship Award (GMA). Total sampai sekarang ada 30 negara yang ikut berpartisipasi dengan 5,500 pengusaha yang menjadi pemenangnya.

Kegiatan CMA ini diprakarsai Citi Foundation, tujuannya supaya ada peningkatan kesadaran di masyarakat soal pentingnya usaha mikro dan keuangan mikro untuk mendukung pemberdayaan ekonomi, khususnya bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah.

Sekarang udah masuk tahun ke-11 kalinya CMA diberikan untuk wirausahawan muda Indonesia. Semakin ke sini, award yang dibikin Citi ini makin menarik minat aja, dong! Tahun ini totalnya ada 400 pengusaha mikro yang mendaftar. Dari jumlah itu, panitia menyeleksi jadi 53 semifinalis, dan kemudian dipilih lagi jadi 16 finalis.

Di bawah ini ada oleh-oleh dari saya setelah jalan-jalan ke meja pajangnya finalis CMA.

display 7

Bumbu instan khas India & Timur Tengah (tanpa vetsin)

display 6

cemilan Jalangkote Mini, khas Makassar

display 5

Batik tulis

display 4

Hiasan dan barang-barang kebutuhan rumah tangga dari rotan

display 3

Topeng kertas

display 2

Media semai instan ramah lingkungan

display 1

Hiasan dari limbah makanan laut

Selain belanja Garci-Tea, saya sempat juga icip-icip cemilan, dan akhirnya jajan bumbu instan khas India. Saya tertarik sekali dengan konsep bumbu instannya yang rendah garam dan tanpa penyedap masakan. 🙂

Kembali soal CMA kemarin. CMA 2015 memberikan penghargaan dalam beberapa kategori, ada pemenang pertama dan kedua untuk masing-masing kategori:

  1. Wirausaha mikro perempuan
  2. Wirausaha mikro sosial
  3. Wirausaha mikro berwawasan lingkungan
  4. Wirausaha mikro pelestarian budaya

Lalu, ada pula penghargaan khusus untuk Wirausaha Mikro Terbaik, Wirausaha Mikro Muda Terbaik, dan Lembaga Keuangan Mikro dengan program pendampingan Terbaik.

pemenang wirausaha mikro terbaik CMA 2015

pemenang wirausaha mikro terbaik CMA 2015

Garci-Tea, teh yang enak itu menang dua kali di award ini, sebagai pemenang kategori Wirausaha Mikro Perempuan dan pemenang penghargaan Wirausaha Mikro Terbaik.

 (ki-ka) Edwin Nurhadi (Deputi Direktur Direktorat Pengembangan Inklusi Keuangan OJK), Prof. Ari Kuncoro, SE, MA. PhD (Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia), Batara Sianturi (CEO Citi Indonesia), Sajunita (Pemenang Wirausaha Mikro Terbaik), Indri Suryani (Pembina Lembaga Keuangan Mikro Terbaik), Andi Asdar Abuhaerah (Wirausaha Mikro Muda Terbaik), Ir. Agus Muharam, MSP (Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM), serta Dr. Nining I. Soesilo (Pembina dan pendiri UKM Center Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia).

(ki-ka) Edwin Nurhadi (Deputi Direktur Direktorat Pengembangan Inklusi Keuangan OJK), Prof. Ari Kuncoro, SE, MA. PhD (Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia), Batara Sianturi (CEO Citi Indonesia), Sajunita (Pemenang Wirausaha Mikro Terbaik), Indri Suryani (Pembina Lembaga Keuangan Mikro Terbaik), Andi Asdar Abuhaerah (Wirausaha Mikro Muda Terbaik), Ir. Agus Muharam, MSP (Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM), serta Dr. Nining I. Soesilo (Pembina dan pendiri UKM Center Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia).

 

Saat acara award kemarin saya sempat juga livetweet dan sudah dirangkum dalam Storify. Silakan mampir ke https://storify.com/atemalem/citi-microentrepreneurship-awards-2015 yah, kak. 🙂

/salam pengusaha muda

Bareng Mba Ainun dan Simbok Venus

Bareng Mba Ainun dan Simbok Venus

YOU MAY ALSO LIKE

4 Comments

  1. monda

    masakan ditambahi asam geluhir emang rasanya jadi asam segar gitu ya
    tapi baru tau juga bisa jadi pelangsing…

    Reply
    • rere

      Kemarin sampe cek-cek juga, ternyata bisa menghambat pembentukan lemak gitu, lho. Asik yaa

      Reply
  2. Aprie

    Ah, keren! Maju terus usaha lokal. Btw Orang tua saya Padang tapi saya baru dengar soal asam gelugur. Ketauan gak pernah ke dapur. :))

    Reply
    • rere

      Hahahha, ketahuaaannn…
      Asam gelugur ini banyak di pasar, kalo udah kering warnanya hitam mirip-mirip asam kandis. 🙂

      Reply

Leave a Reply to Anonymous Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Archives

Pin It on Pinterest