Tenang untuk Menang: Sigap Halau Hoax Saat Pandemi

by | Jun 1, 2020 | 1 comment

Awal-awal kasus corona ada di Indonesia, smartphone rasanya geter-geter mulu. Chat dan notifikasi yang masuk macem-macem, ada yang tanya kabar, ada yang share kabar bohong (hoax), ada notifikasi dari aplikasi berita online. Trang Treng Trang Treng…

Karena corona baru ada, saya merasa butuh informasi sebanyak-banyaknya tentang virus yang belakangan bikin banyak negara lumpuh ini. Saya baca beritanya kebanyakan. Beberapa berita bikin saya panik, banyak berita bikin panik, dan lalu semua berita bikin panik. Saya mengonsumsi berita jauh di atas kebutuhan. Lalu pusing sendiri, bingung sendiri.

Selain berita, sumber informasi yang mampir adalah chat hoax, umumnya sih dari Whatsapp grup. Saya ikut di uhmm, lebih dari 50 grup, tapi kebanyakan orang-orangnya cukup sadar diri dan berhati-hati untuk menyebar hoax. Grup yang paling rame hoax-nya itu, ya grup chat keluarga.

“Ini beritanya bener ga ya?”

Kakak dan Adik di rumah sudah cukup pintar untuk tanya-tanya dulu ke anggota keluarga yang lain kalau dapat hoax. Ga langsung disebar, tapi dikonfirmasi lebih dulu. Kebanyakan berita yang masuk sih 100% hoax ya. Terakhir yang saya ingat itu waktu si Adik nanya soal kebijakan pemerintah untuk 3 HARI DI RUMAH AJA, KALAU GA DI RUMAH NANTI AKAN KENA SANKSI.

Waktu si Adik tanya, saya langsung cari berita online di media terpercaya pakai keyword yang disebut di berita. Ternyata ga ada tuh beritanya. Si Adik yang tadinya udah panik mau belanja sembako buat tiga hari di rumah aja, jaga-jaga kalau pasar ikutan tutup, langsung mengurungkan niatnya.

Seperti apa sih hoax yang beredar di sekitar kita selama pandemi? Cuss cek gambar di bawah ya. Macamnya banyak, ada soal obat, soal kejadian, soal penanganan, soal pasien, dan banyak lagi.

Berita hoax tuh meluncur bebas – terbang tinggi – susah ditahan lajunya – karena para penerimanya tuh kagetan. Kalau nerima apa-apa langsung ga pake mikir, ga pake hening, langsung forward ke grup kantor, grup anak komplek, grup keluarga, grup alumni, grup kerjaan, dll. Sudah gila memang manusia-manusia ini. Kadang-kadang, kalau ada hoax mampir ke saya, lalu saya konfrontir jawabannya cuma ngeles.

“Duh, maaf saya ga baca, hanya meneruskan saja, berbagi info.”

Halaahh, berbagi info kok ya ga dicek dulu apakah infonya valid atau nggak. Mengaku kalau salah pun tidak mau.

“Kan, lebih baik waspada. Kalau beritanya salah ya biarkan saja.”

Saya pernah berdebat hebat dengan salah satu wali murid di sekolahan anak yang share info soal corona adalah musuh tuhan, “Jangan sampai umat Islam kalah sama Corona. Hanya orang yang ga beriman yang akan terkena.”

Itu rasanya jari-jari udah panas membara, panasnya mengalir sampai ke -kepala dan bisa-bisa bikin ubun-ubun pecah. Saya kirim segala link dari majelis ulama, dari pemuka agama terpercaya, lha ya tetap ngotot kalau mati di tangan tuhan. Bukan karena corona, tapi karena sudah waktunya. Sungguh pada saat itu saya paham kenapa ada istilah KEPALA BATU.

Pada setiap berita dari sumber tidak kredibel yang mampir ke smartphone, saya selalu mempraktikkan hal ini.

  1. Baca tulisannya sampai benar-benar habis. Saya akan berhati-hati dengan judul berita yang provokatif.
  2. Konfrontir pengirim, apakah dia tahu siapa yang menulis dan apa isi tulisannya, (dilakukan tergantung pada mood dan siapa pengirimnya. Kalau ga begitu kenal biasanya akan saya abaikan saja).
  3. Hapus tulisannya kalau tidak ada sumber yang sahih (hanya kata Bapak A atau Bapak B, tanpa tautan untuk cari info lebih jauh).
  4. Klik linknya (kalau ada), cari informasinya sebanyak mungkin. Jarang ada hoax yang sampai di tahap ini, biasanya berhenti di tahap 2 saja dan sudah ketahuan bohongnya. Oh iya kalau linknya ada, pastikan juga alamatnya bukan abal-abal ya.
  5. DIAMKAN LEBIH DULU KIRIMANNYA. TENANG UNTUK MENANG.
  6. CARI INFORMASI DI WEBSITE/PORTAL BERITA TERPERCAYA. PERIKSA FAKTANYA.

Makin ke sini saya makin awas kalau ada berita mampir di group chat. Kalau ada yang share hoax juga jadi lebih galak. Syukurnya sih, setelah digalakin orang-orang tuh jadi sadar kalau asal meneruskan pesan ga tau juntrungannya itu adalah tindakan yang salah.

Saya masih baca berita tentu saja, tapi benar-benar dipilih sumbernya. Kalau ada hoax yang lewat saya suka langsung buka covid19.go.id. Situs ini jadi situs rujukan resmi seputar covid-19. Pada situs kita bisa melihat perkembangan kasus, dan yang terpenting ada menu hoax buster juga.

Selain di website resmi pemerintah, untuk informasi seputar covid-19, saya banyak buka Pusat Informasi Corona-nya Kumparan di link informasi corona ini. Pusat informasi ini bisa banget bantu memuaskan hasrat cari informasi seluas-luasnya seputar corona. Isinya lengkap, dan sementara ini pas dijadikan pendamping informasi dari portal pemerintah.

Isi pusat informasinya apa aja?

Isi pusat informasinya super lengkap dan saya yakin pasti banyak banget dibutuhkan oleh orang-orang. Pada tiap menunya ada informasi yang benar-benar dikurasi oleh redaksi. Jadi jangan khawatir tenggelam dalam ribuan berita tanpa ujung ya.

Pada menu MEMAHAMI VIRUS CORONA misalnya, hanya ada 7 konten pilihan yaitu:

  1. Mengapa Ada Anak Muda Mati karena Corona?
  2. Apakah Saya Harus Menggunakan Masker?
  3. Apakah Sudah Ada Vaksin atau Obat untuk COVID-19?
  4. Bisakah Penderita COVID-19 Sembuh Sendiri?
  5. Bagaimana Virus Corona Menular? Bisakah Lewat Udara?
  6. Apa Gejala COVID-19?
  7. Apa itu COVID-19? Corona atau COVID-19 sih?

Hal yang sama efektifnya juga ditampilkan di menu-menu lain. Menu PENCEGAHAN DIRI DAN KELUARGA menjelaskan banyak hal soal hidup pada masa pandemi. Soal gangguan kecemasan, bagaimana cara agar keluarga tetap aman saat ada orang yang tidak serumah (ART/Tukang Kebun/Tukang Servis) ada di liingkungan rumah, soal perawatan penyakit lain selama pandemi, hingga panduan ke rumah sakit, juga cara naik transportasi umum.

Menu PROSEDUR TES DAN PENGOBATAN jadi menu yang dapat membantu kalau ada keluarga/diri sendiri yang terpapar virus. Ada panduan untuk tes corona, informasi soal obat, tahapan tes, cara karantina mandiri, dan cara merawat penderita corona di rumah.

Menu lainnya seperti HAPPY AT HOME dapat membantu kita melalui pandemi dengan sehat lahir dan batin. Menu RUMAH SAKIT RUJUKAN dan Menu HOT LINE bisa membantu kita dan keluarga saat kebingungan mencari-cari tempat untuk konsultasi. Menu KUMPULAN DOA menyajikan doa-doa dari agama-agama (bukan hanya satu agama saja), dan entah kenapa saya super senang kumparan menjunjung tinggi bhinneka di menu ini.

Lalu, ada menu PENGUMUMAN PEMERINTAH yang merangkum apa-apa saja kebijakan pemerintah selama pandemi, dan Menu DONASI LAWAN CORONA untuk para pembaca yang berniat menyisihkan rezeki untuk mereka yang terdampak dan membutuhkan uluran tangan.

Di bawah menu yang beraneka warna itu, terpampang nyata SEBARAN KASUS CORONA yang angkanya diperbarui setiap hari. Terlampir juga sebarannya di semua provinsi. Penulisan angka-angkanya rapi dan mudah dimengerti. Baru di bagian akhir ada BERITA CORONA yang berbentuk listing.

Tidak ada satu pun informasi yang tersia-sia di pusat informasi corona ini. Terima kasih untuk kumparan yang sudah melakukan kurasi dan sekali lagi tidak menenggelamkan pembacanya ke ribuan berita yang belum tentu kita butuhkan. Hal ini bikin gampang juga kalau mau share berita-berita yang penting. Tidak perlu mencari-cari terlalu lama, tinggal masuk ke Pusat Informasi Corona, dan cari artikel yang dibutuhkan.

—————-

Menyebarkan berita bohong masih dianggap lumrah oleh sebagian orang. Prinsip kehati-hatian hampir tidak dikenal. Sepanjang pandemi hingga April lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat 1.125 sebaran hoax. Informasi tersebut dicek kembali dan sebanyak 77 kasus isu berita bohong sudah diproses kepolisian. 12 orang sudah ditahan, dan 65 kasus masih dalam pendalaman.

Jika dulu ada peribahasa, mulutmu adalah harimaumu, sekarang sepertinya ada yang lebih galak dari mulut, yaitu jempol.

Jadi, berhati-hatilah dengan jempolmu. Dia begitu kecil, tapi bisa jadi begitu berbahaya, untukmu, juga untuk orang lain di sekitarmu.

/salam sehat sepanjang pandemi

YOU MAY ALSO LIKE

1 Comment

  1. Zam

    masalahnya sekarang bukan hanya info, la pemerintahnya sendiri juga terkesan plin-plan dan gak punya ketegasan dalam mengambil keputusan.. masyarakat bingung, informasi simpang siur.. itu punpenyebaran informasinya juga ngga luas, jadi ya memungkinkan hoax dan info tidak tepat lebih cepat beredar.. begitu informasi benar sampai, ngeyel.. ngga dipercaya.. 😩

    Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Archives



Pin It on Pinterest