Categories
Cerita Parenting

Tentang Kehilangan

gambar dari sini
gambar dari sini

 

Fase ini memang harus saya lewati, sekarang atau nanti, tidak ada pilihan bagi saya selain memaklumi. Pasrah, dan mengikhlaskan si bayi tumbuh besar dan berkembang.

Sekarang dia sudah menolak menyusu pada payudara saya. Nanti, akan ada masanya saya kesakitan saat pelukan saya ditolak olehnya, kemudian telepon saya dianggap mengganggu, dan nasehat saya dianggap angin lalu.

Saya harus siap, sekarang atau nanti.

Masalahnya adalah, berat sekali membiarkan kebiasaan yang membuat saya dan bayi sama-sama nyaman, hilang begitu saja. Awalnya adalah kepergian saya untuk berlibur lima hari. Tiba di rumah, dia langsung menarik saya ke tempat tidur dan minta “nenen”.

Satu dua kenyotan, lalu dilepas. “ga enak,” katanya sambil menjauh.

Saya sadar, ketidakhadiran saya selama beberapa saat pasti ada efeknya. Tapi saya tidak menyangka si bayi akan lepas menyusu selekas ini.

Saya rindu.

Saya kesakitan.

Beberapa hari ini saya habiskan dengan bertanya pada beberapa teman perihal berhenti nenen. Beberapa saran seperti, “coba dikasi saat bayinya tidur” dan “jangan dipaksa, nanti dia mau sendiri”, sudah saya lakukan. Tapi belum ada hasilnya.

Lalu kemudian, seorang teman, sebut saja Bang Jensen memberi saran. “Mungkin harus makan makanan lokal lagi baru rasa asinya kembali seperti semula.” BINGO!

Malam ini saya hendak mencoba jalan ketiga, membuang semua air susu di payudara dan membiarkan tubuh saya memproduksi asi baru.

Semoga bayinya mau.

Karena, saya sudah kadung sangat rindu.

 

/salam menyusui

6 replies on “Tentang Kehilangan”

Udah hampir saatnya disapih juga tho mba… ya di ikhlaskan aja… *jangan mentionn aku soal ASI lagi ya* 2 hari mention ku penuh soal itu waktu itu…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *