Tetap Semangat di Tengah Pandemi

by | May 10, 2020 | 10 comments

Apa kabar teman-teman semua. Semoga selalu sehat ya. Tak terasa sudah dua bulan sejak kasus pertama Covid-19 masuk di Indonesia. Sejak itu hidup agak was-was ya, kita jadi menerapkan perlindungan berlapis untuk diri pribadi dan keluarga. Sebisa mungkin menghindar dari keramaian, sebisa mungkin di rumah aja, sebisa mungkin punya perlindungan lengkap dari kepala sampai kaki.

Ukuran virus yang super mini bikin kita seperti perang ke hal-hal yang tak nyata. Virusnya baru ketahuan hinggap setelah seseorang di lingkungan kita ada yang positif, sakit, dan terpaksa dirawat di ruang isolasi. Kalau sudah ada satu yang positif, orang-orang di sekitarnya jadi harus isolasi mandiri sampai 14 hari. Ruwet memang, tapi harus dilakukan.

Sejak jumlah penderita terus meninggi, beberapa provinsi menetapkan kebijakan Work From Home. Kedengarannya enak ya, kerjanya dari rumah aja. Tapi prakteknya butuh penyesuaian luar biasa. Kalau biasanya berangkat kantor, simpen tas kerja, buka laptop, dan 100% fokus ada di kerjaan, sekarang fokusnya kebagi-bagi. Ada mamang sayur, ya belanja dulu. Ada mas kurir paket, ya terima dulu. Ada anak? Duh, ini yang paling repot! Hahaha…

Yang paling menyenangkan adalah, gak perlu ngelewatin macet, gak perlu naik angkutan umum, dan gak perlu pakai baju rapi + make up. Bangun tidur, bersih-bersih, bisa langsung buka laptop buat kerja. Di sela kerja, kalau agak pegel, bisa sambil rebahan sedikit-sedikit juga.

Kemarin sempet ngobrolin soal Work From Home waktu sesi Buka Bareng FWD di Zoom! Iya, buka barengnya virtual dong! Kemarin di sesinya, ada Ibu Evelyn Simanjuntak – Head of Bancassurance Business FWD Life Indonesia yang cerita soal gimana cara dia nyempetin olahraga di tengah kesibukan kerja dari rumah supaya tubuh tetap segar dan bersemangat.

– yang paling mahal adalah niat

Kadang-kadang, kata Bu Evelyn, kita tuh lembek sama diri sendiri, suka nunda-nunda, padahal waktu niatnya muncul tuh harusnya langsung aja eksekusi. Kalau diundur, malah gak jadi. Untuk olahraga di rumah, kata Si Ibu lagi, gak perlu beli alat-alat khusus. Pakai aja apa ada yang ada di rumah. “Kalau ada tangga ya pakai tangga, kalau ada bangku ya pakai bangku.”

Intinya sih harus kreatif memanfaatkan apa yang ada ya. Jangan karena perlengkapannya minimalis, eh niatnya ikut-ikutan minimal. Si Ibu kemarin bilang, karena sulit untuk olahraga di lapangan/taman/gym, ya manfaatkan saja halaman yang ada di rumah. Lari-lari kecil, jalan cepat, lompat-lompat, atau bisa pilih jenis olahraga lain yang gak memerlukan ruang gerak luas.

Di sesi yang sama, Mba Sistya Windasari, foundernya GoFit juga bilang kalau gak ada alat yang bener-bener wajib buat olahraga. “Walaupun ada dumbbell baru, ada matras baru, atau sepatu baru, kalau niatnya hilang, ya pasti ga jadi olahraganya.” Tapi, kalau semisal punya alat olahraga favorit, misal jersey atau sepatu, ya dipakai aja. Biasanya perlengkapan favorit itu bikin sesi olahraga bisa lebih semangat.

Pas banget WFH-nya pas Ramadan gini. Ada beberapa poin yang disarankan supaya puasa dan olahraganya tetap lancar.

  • Waktu olahraga yang disarankan adalah malam hari setelah berbuka puasa atau sore hari menjelang waktu berbuka puasa. Kedua waktu ini lebih disarankan untuk menghindari kemungkinan tubuh kekurangan cairan. Saat sore, setelah olahraga bisa segera dapat asupan, dan saat malam tubuh sudah kembali terhidrasi.
  • Sebisa mungkin hindari beraktivitas fisik intensitas tinggi pada jam 12 siang karena bisa memicu dehidrasi. Apalagi kalau aktivitasnya dilakukan di ruang terbuka dan di bawah terik matahari.
  • Senang olahraga malam? Boleh aja, tapi jangan langsung setelah berbuka ya. Beri waktu dulu untuk tubuh mencerna makanan.
  • Hindari melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat dua jam sebelum tidur agar kualitas tidurmu tidak terganggu.
  • Pilih aktivitas yang sesuai dengan kondisi tubuh. Jangan memaksakan diri dan cari tahu batasan serta kebutuhan tubuhmu. Olahraga yang dipaksakan dengan intensitas tinggi malah bisa meningkatkan risiko cedera. Jalan santai, bersepeda, atau berlari di treadmill adalah beberapa jenis olahraga yang disarankan.
  • Setelah berolahraga, jangan lupa untuk minum cukup air putih agar tubuh terhidrasi dengan baik.

Sebelum sesi buka bareng kemarin, FWD sempat juga bikin sesi olahraga bareng Sistya Windasari dan Zee Zee Shahab. Olahraganya sore, udah jelang berbuka, gerakannya tetap bikin keringetan walaupun gak pakai loncat-loncat heboh. 😀

Oh iya, waktu buka bareng FWD juga cerita soal program kolaborasinya bareng SOS Children’s Villages Indonesia. Programnya asik banget, kita diajak untuk ikut tantangan olahraga virtual di desaanaksos.com/berbagibarengFWD. Nanti tiap tantangan yang diselesaikan itu akan dikonversi jadi donasi. Luthfi Moch. Zaky – Corporate Partnerships at SOS Children’s Villages Indonesia bilang kalau hasil donasinya nanti disalurkan ke 5500 anak asuh dan dampingan yang tersebar di 2400 keluarga, 60 komunitas, dan 10 lokasi berbeda.

Tantangannya sendiri berlangsung pada 1-31 Mei 2020. Setiap pengguna membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 200.000. Biaya itu sudah meliputi jersey dan ongkos kirim, serta sisanya akan didonasikan. Kamu gak tertarik olahraga? Maunya langsung donasi aja? Bisa dong, tinggal klik kitabisa.com/berbagibarengFWD aja. 😀

Kalau mau dapat info lebih lengkap soal FWD dan programnya, silakan klik fwd.co.id dan cek akun media sosialnya di IG @fwd_id.

Semoga teman-teman selalu sehat ya. Tetap #jagajarak dan usahakan #dirumahaja selama pandemi berlangsung.

/salam sehat

YOU MAY ALSO LIKE

10 Comments

  1. Lia Yuliani

    Soal olah raga di rumah, saya pun jarang, Mbak. Memang benar, yang Mahal itu niat, ya. Niat sekaligus praktik olahraganya. Trims udah ngingetin, Mbak

    Reply
  2. Maria G

    hihihi beneran mbak, yang mahal itu niat
    Padahal apa susahnya bangun sebentar, trus senam 5 menit
    gara-gara di entar-entar, ngga pernah terwujud deh 😀

    Reply
  3. Ida Tahmidah

    Jadi tergelitik soal kreativitas.DI zaman sekarang ini memang kreativitas itu sesuatu yg penting banget ya..

    Reply
  4. Hidayah Sulistyowati

    Ide FWD kreatif juga ya, dengan mengajak milenial untuk berdonasi melalui tantangan ikut olah raga virtual. Jadi tetap semangat juga bergerak di rumah aja karena kondisi yang sedang pandemi

    Reply
  5. Triani Retno

    Iya banget nih, memanfaatkan apa yang ada di rumah. Dalam kondisi normal, olahragaku jalan kaki sekitar 2-3 km. Sekarang cuma muter2 rumah :D. Misalnya mau ambil minum nih. Ruang makan itu pas di sebelah ruang kerjaku. Tapi aku muter dulu dong ke ruang tamu, ke ruang keluarga, dll…baru ke ruang makan. Ntar baliknya juga gitu 😀

    Reply
  6. Dian

    Yes benar mbak. Meski di tengah pandemi kita harus tetap semangat.banyak hal produktif yg bs dilalukan

    Reply
  7. Dian Restu Agustina

    Jleb akutu, yang paling penting niat. Ku sudah punya alat, tapi niat menguap, senin-kamis kayak puasa aja…Bismillah, harus dikuatkan niatnya, olahraga meski di rumah aja, biar badan segar dan bugar

    Reply
  8. Meykke Santoso

    saya pribadi sering olahraga di runah mbak, sumba. Cuma bermodalkan tab sama sepatu dan legging kaos udah bisa keringetan. Level nya oun bisa disesuaikan dengan kemampuan tubuh kita. Youtube punya semua 🙂

    Reply
  9. duniamasak

    stay safe and stay healthy ya 😀

    Reply
  10. Diah Alsa

    wah, keren nih idenya. tantangan olahraga tuk donasi, secara ya kadang olahraga itu masih sering diskip sih ya.
    ini dapat sehatnya, dapat amalnya juga ya Mbak, Aamiin.

    Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Archives

Pin It on Pinterest