Tingkah Opet

by | Mar 7, 2013 | 7 comments

6

Pada media apa anda menitipkan memori? Saya banyak sekali menitipkan ingatan pada otak, padahal saya sadar otak saya ini bukan main bebalnya. Ingat sebentar, lupa kemudian.Β Belakangan, saya mulai mencicil, menitipkan sebagian ingatan pada foto, tulisan di sini dan di sana, dan catatan suara (voice note).

Postingan ini mungkin sama sekali tak penting dibaca untuk sebagian orang, saya minta maklumnya. Beginilah kami, sebagian banyak ibu-ibu dan bapak-bapak, gemar sekali bercerita tentang anak-anak. Sama sekali tak maksud apa-apa, syukur-syukur kalau pembaca yang kebetulan mampir bisa ikut tersenyum. πŸ™‚

——

Edisi “Terbuat dari Apa

Saya : Nak, Embun terbuat dari apa?
Embun : Eskrim.

Saya : Kalo buma terbuat dari apa?
Embun : Sayur.

Saya : Kalo buya terbuat dari apa?
Embun : Roti.

Jawaban ini bisa berganti tiap hari, tergantung mood-nya si bayi. Tapi untuk pertanyaan pertama dia hampir pasti menjawab dengan “eskrim” atau “coklat”. πŸ˜€

——

Edisi “Pinjam Bantal”

Bantal siapa?

Bantal siapa?

Kejadian satu : Daku permisi numpang ikut bobok di bantalnya si bayi. Lalu dia menjauh sambil bilang, “Susah, ma. ga muat.”

Kejadian dua : Segera setelah menjawab demikian, dia masuk ke kamar, ambil dua bantal lagi. Satu bantal dipakai untuk alas kaki, satu lagi diberikan pada saya. “Ini buat buma, ya…” kata dia sambil pukpuk bantalnya.

Kejadian tiga : Dua menit kemudian dia tarik bantal yang sedang saya pakai sambil bilang, “Ma, ini punya buya.”

Kejadian empat : Saya elus-elus dada.

——

Edisi “Buka Kulkas”

Saya lupa kapan persisnya, kurang lebih tiga bulan belakangan ini si bayi punya kemampuan untuk buka kulkas sendiri. Sebelumnya, saya perhatikan, dia memang punya semacam obsesi mendalam pada kulkas, setiap ibu-nya buka kulkas, secepat flash dia datang mendekat. Memindai isi rak demi rak, mengambil satu atau dua makanan, dan kabur.

Berapa kali? Ratusan. :|

Berapa kali? Ratusan. 😐

Karena kebisaannya itu, saya mendekor ulang kulkas, demi kebaikan dan keamanan bersama. Obat-obatan lekas saya pindahkan ke lemari.

——

Edisi “Cemilan Siapa?”

Anak saya adalah gabungan yang sempurna dari saya dan suami. Beberapa kebiasaan saya dan beberapa kebiasaan suami diadopsi begitu lekat oleh dia. Saya tidak begitu suka makanan manis seperti coklat dan cake, si bayi persis seperti bapaknya, mampu menghabiskan cake, coklat, dan es krim coklat berurutan. Ewwww…

Suami saya tidak begitu suka keju dan yoghurt. Si bayi sebaliknya, seperti saya, bisa mengudap keju batangan dan menikmati tiap tetes yoghurt.

Itu punya saya.. :'((

Itu punya saya.. :'((

——

Edisi “Tak Pandai Berbagi”
IMG-20130306-00651

Kemarin saya mengajak bayi saya main ke rumah sepupunya. Sepupunya itu adalah anak ke-4, perempuan satu-satunya. Embun, saya perhatikan kurang bisa berbagi mainan dengan sepupunya, “Ini punya Embun, ini punya Embun..” kata dia sambil meraup semua mainan yang tergeletak di lantai.

Sepupunya lain lagi, saat saya tanya ‘Ghaitsa, ini mainan siapa?” dengan bijak dia menjawab, “Punya Abang Galih.”

Kakak saya bilang, kemungkinan besar karena Embun tidak punya saingan dan teman berbagi/berebut barang di rumah. Semua yang ada, milik dia seorang.

Baiklah, sementara, ini akan jadi PR untuk saya. πŸ˜€

——

Edisi “Punya Akuuu”

8
Bayi saya tidak mengijinkan saya menggandeng, menggendong, memeluk siapapun, termasuk bapaknya sendiri. Dia akan datang pada saya, memeluk lalu lekas dan tegas bilang, “Punya akuuuu!”

Begitu pula bapaknya, tidak boleh melakukan hal yang serupa, termasuk memeluk saya.

——

Selamat ulang tahun Embun. Maaf sekali, postingan ini tertunda sebulan lebih, tetapi yakinlah cinta buma pada Embun berlebih-lebih, tumpah-tumpah, tak terhingga.

We love you, alot.
*edisi berharap bayinya bisa baca*

Di akhir postingan ini, Embun ingin berterima kasih kepada semua Oom dan Tante yang pernah datang ke rumah, pernah bilang ingin datang ke rumah, pernah kirim salam, pernah tanya-tanya soal Embun, dan yang pernah mendoakan Embun waktu embun tak enak badan.

Ini dia, Embun bernyanyi untuk semua Tik Tik Bunyi Hujan, oleh Embun

——

/salam sayang

YOU MAY ALSO LIKE

7 Comments

  1. Bieb

    yang namanya anak-anak itu selalu menggemaskan ya πŸ™‚
    Dan…ga berasa si Embun sudah 2 tahun.
    Selamat ulang tahun Embun. Insya Allah selalu menyenangkan hati buma dan buya. Disayangi semua orang dan menjadi anak yg makin cerdas πŸ™‚

    Reply
  2. Chic

    Selamat ulang tahun, Embun! πŸ˜€

    Reply
  3. sabaiX

    Happy belated birthday Embun, semoga tumbuh menjadi gadis cantik yg cerdas, kuat & penuh kasih.

    Reply
    • Rere @atemalem

      Terimakasih banyak doanya tante..
      *peluk dua kakak cantik*

      Reply
  4. Ceritaeka

    Happy belated birthday ya Embun. Seolah kenal Embun udah lama banget lewat baca2 blognya Bumanya nih πŸ˜‰

    Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Archives

Pin It on Pinterest