VAKSIN COVID-19 DI MEDAN: PROSES MUDAH, KUOTA BERLIMPAH

by | Jul 7, 2021 | 0 comments

Saya sudah mulai cari-cari informasi vaksin sejak Maret 2021. Awalnya sih karena denger beberapa temen yang seusia dan dapat vaksin duluan lewat jalur usaha kreatif/UMKM. Saya ikutan cari jalur daftarnya untuk di Medan, dan alhamdulillah sampai Mei 2021 ga nemu juga jejaknya. Hahaha..

Di tengah usaha keras pencarian vaksin, saya sekeluarga positif covid-19. Anggota keluarga lain memulihkan diri dengan isolasi mandiri di rumah, sedangkan saya terpaksa diangkut dan dirawat di ruang isolasi covid salah satu rumah sakit terdekat. Mei 2021 saya habiskan dengan tidur-tiduran saja, 11 hari rebahan di rumah sakit, dan 14 hari setelahnya tidur-tiduran lagi di rumah.

Setelah sehat, perjuangan mencari vaksin kembali berlanjut. Saya sempat membaca berita kalau vaksin usia 18+ sudah dibuka di gedung eks Polonia. Tapiii, proses vaksinasi berjalan ricuh karena jumlah manusia yang datang jauh melebihi kapasitas. Berita itu muncul di awal Juni seingat saya. Lalu sempat ada info pembukaan vaksin di RS Adam Malik juga, tapi untuk ini kuotanya terbatas dan khusus untuk KTP Medan saja.

Awal Juli kemarin, saya lihat postingan salah satu teman yang ikutan vaksin lantatur (drive thru) di Lanud Soewondo, Medan. Seingat saya, program vaksinasi di tempat itu kerja sama dengan Halodoc. Segera mungkin saya buka aplikasinya dan mendaftar untuk vaksin di dua hari kemudian. Proses daftarnya mudah betul, tinggal buka aplikasi, pilih banner vaksinasi, pesan di tanggal yang diinginkan, lalu datang sesuai jadwal.

Oh iya, untuk vaksinnya memang dikhususkan bagi pemegang KTP Medan dan Sumatera Utara. Tapi jangan putus asa, pendatang seperti kita (saya pemegang KTP wilayah Tangerang Selatan) bisa menyiapkan surat domisili kalau mau ikutan vaksin.

Oke, jadi yang harus dilakukan pertama kali adalah, BUKA APLIKASI HALODOC. Kalau belum punya aplikasinya? Ya download dulu dong ah… Setelah download, langsung registrasi dengan data yang benar. Data ini nanti akan nyambung waktu daftar vaksin. Jadi, kalau nama kamu Rere, ya jangan ditulis Tamara, gitu. Selain nama, masukkan juga nomor telepon yang aktif untuk pengiriman kode verifikasi.

Selanjutnya cek halaman paling depan. Halaman ini akan terpampang nyata ketika kamu buka aplikasinya. Tampilan tiap halaman bisa berbeda tergantung domisilimu saat ini. Kemarin misalnya, saat saya di Jogja, informasi pendaftaran vaksin ini tidak ada. Tetapi ketika berganti lokasi di Medan, info vaksinnya langsung terlihat.

Begini tampilan banner vaksinnya. Kamu punya dua pilihan, keduanya bekerja sama dengan Halodoc. Di gedung eks Polonia, prosesnya diadakan oleh Sentra Vaksinasi Bersama BUMN. Di Lanud Soewondo prosesnya diadakan oleh beberapa instansi, salah satunya Gojek Indonesia.

BEDANYA APA, RE?

Jadi begini. Vaksinasi yang diadakan oleh Sentra Vaksinasi Bersama BUMN itu modelnya walk-in alias jalan kaki. Kendaraan diparkir di tempat yang sudah disediakan, lalu manusianya mengikuti alur pendaftaran. Kemarin saya ikutan vaksin di sini karena salah klik. Saya pikir saya klik banner yang lantatur (drive thru). Tau-tau pas cek ulang, saya daftarnya di tempat vaksin yang walk in.

Vaksinasi di Lanud Soewondo itu khusus untuk kendaraan, prosesnya lantatur (drive thru). Bisa roda dua, atau roda empat. Dulu saya sudah sempat melihat lokasinya saat programnya dibuka pertama kali untuk lansia. Saya datang sambil coba-coba berhadiah, kali-kali kalau usaha keras boleh ikutan vaksin. Ternyata nggak boleh. Aturan is aturan. Manusia yang usianya di bawah 59 disuruh minggir dulu. 😀

LALU?

Klik banner sesuai lokasi/cara vaksinasi yang nyaman untukmu. Lalu nanti kamu akan dibawa ke halaman ini:

Di tahap ini, tinggal memilih vaksin sesuai kategori. Apakah kamu 18+ di dosis pertama, atau 18+ di dosis kedua, atau lansia, atau pra lansia. Untuk pra lansia, dan lansia, di lokasi bisa masuk jalur cepat, ga pake antri lama di bagian pendaftaran.

Setelahnya, BUAT JANJI. Pastikan kamu bisa datang di jadwal yang diinginkan, ya. Jangan asal klik lalu tidak hadir, kasian teman-teman lain yang mau vaksin lalu terganjal kuota. Kemarin, saat daftar, kuotanya sih melimpah. Saya leluasa memilih tanggal dan jam vaksin. Tapi hari ini ketika saya cek lagi, sudah banyak jadwal yang penuh.

Tetap bisa vaksin tentu, tapi tidak seleluasa hari-hari sebelumnya.

Cek baik-baik tanggal dan jamnya. Lalu bawa dokumen yang diperlukan. Saya kemarin membawa KTP dan surat domisili. Bawa juga salinan KTP. Salinan ini akan ditinggalkan pada petugas di akhir prosesnya nanti.

Senin lalu, saya mendaftar di jam 9 pagi. Saya hadir tepat waktu, mengikuti alur, dan keluar dari gedungnya tepat jam 10 pagi. Cepat sekali! Kalau melihat pesertanya yang cukup ramai kemarin, rasanya selesai dalam waktu satu jam itu tidak mungkin. Tapi alur yang disiapkan berhasil memecah kerumunan ke beberapa titik, dan mempercepat prosesnya.

Di dalam gedung vaksinasi, tersedia puluhan tim yang berjejer rapi. Saya ga menghitung persisnya, tapi banyaaakkk sekali. Satu meja terdiri 3 orang. 1 orang memeriksa kondisi kesehatan, 1 lagi mengecek kelengkapan data, dan 1 lagi bagian mencucus lengan. Semua ramah. Suka!

Setelah vaksin, boleh duduk sebentar kalau merasa butuh waktu untuk observasi, atau langsung pulang kalau merasa baik-baik saja. Di meja terakhir semua berkas ditinggalkan dan kami diberikan kartu vaksin. Sesuai jadwal, vaksin ke-2 bisa dilakukan 28 hari setelah vaksin pertama.

OMONG-OMONG, SAYA SEMPET AMBIL VIDEO SUASANA DAN PROSES VAKSINASINYA. CEK VIDEONYA DI BAWAH YAAA..

Selain di area Polonia, di Medan ada beberapa tempat vaksinasi lain. Tapi setahu saya semua terbatas kuota. Sementara ini, yang cukup lapang dan mudah ya dari Halodoc ini. Seandainya ada yang punya info lebih lengkap soal tempat vaksin di Medan, boleh banget share di kolom komentar, ya. Siapa tau komentarmu bisa membantu teman-teman lain yang masih jadi pejuang vaksin.

Update: baru-baru ini saya dapat info vaksin untuk anak usia 12-18 tahun. Lokasinya di RS USU. Ada kuota untuk vaksin yang ditujukan buat pelajar ini, jadi pastikan kamu sudah menghubungi rumah sakitnya lebih dulu untuk info lengkap, ya. Saya sepakat sekali lho dengan vaksin buat 12+ ini. Rasanya ini bisa jadi solusi supaya anak-anak bisa aktivitas lagi di sekolah. Anak-anak udah lebih setahun ga bisa bertatap muka dengan teman-temannya, ga bisa liat langsung wajah gurunya, ga bisa main di lapangan sekolah.

Seandainya semua anak usia sekolah sudah vaksin, keamanan mereka, secara pribadi pasti lebih terjamin ketika nanti tiba waktunya untuk sekolah offline lagi.

Semangat semuanya. Semoga selalu sehat!

/salam vaksin

YOU MAY ALSO LIKE

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Archives



Pin It on Pinterest