PRIMA: Sahabat Orang Tua, untuk Ananda

Kalau bicara soal anak, ingatan membawa saya ke pengalaman lima tahun silam waktu anak gadis baru aja lahir. Waktu itu, rasanya campur aduk, senang, sedih, lelah, kesal, semua jadi satu. Sebenarnya, sebelum melahirkan, saya udah baca cukup banyak buku dan artikel soal “jadi orang tua baru”. Sayangnya, setelah melahirkan, segala teori, ilmu, diskusi, buyar total.

Bukan. Bukan karena saya lupa apa isi bacaannya. Tapi, karena semua orang merasa berhak berkomentar tentang bagaimana cara saya melahirkan dan proses membesarkan anak.

embun Continue reading PRIMA: Sahabat Orang Tua, untuk Ananda

POP! Pasar Baru dan Pojok Cantik untuk Berfoto

Apa yang lebih menyenangkan ketimbang datang ke hotel lalu ketemu banyak pojok cantik untuk foto-foto? Di eranya Instagram, Steller, dan Vlog, gambar-gambar dan spot foto cantik pasti diburu. Kan ya, ya kan. ^^

Nah, akhir pekan kemarin saya dan beberapa blogger lainnya diundang untuk seru-seruan di POP! Hotel Pasar Baru yang baru aja launching pertengahan Juli lalu.  Apa bedanya POP! Pasar Baru dengan yang lain? Yuk mari dilanjutkan bacanya. 🙂

Continue reading POP! Pasar Baru dan Pojok Cantik untuk Berfoto

Selamat Ulang Tahun, Rere

Sehari kemarin, saya mengambil jarak dari semuanya. Dari keluarga, teman, juga bayang-bayang kemarin. Saya berusaha mengenal lebih baik diri saya sendiri. Memberikan waktu untuk berpikir tanpa interupsi.

Perubahan itu hal yang pasti. Beberapa menyenangkan, beberapa lagi tidak. Tumbuhnya jerawat baru atau flek-flek hitam di bokong adalah kejadian menyebalkan. Naik pangkat, dapet transferan, atau sekadar disapa laki-laki idaman, sebaliknya. Continue reading Selamat Ulang Tahun, Rere

Cinta Menguar dari Banjar

Pernah dengar istilah banjar? Bukan, ini bukan cerita soal Kota Banjar yang ada di Jawa Barat, tapi ini cerita soal banjar yang ada di Bali.

Banjar merupakan pembagian wilayah administratif di Provinsi Bali, berada di bawah Kelurahan atau Desa, dan setingkat dengan Rukun Warga. Di Bali, Banjar menjadi kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah.

pendeta dan banjar
pendeta dan acara adat di pura

Continue reading Cinta Menguar dari Banjar

Review: Cetaphil Gentle Skin Cleanser

Biasanya, kalau udah jatuh cinta, saya setia. Ini bukan cuma cinta ke manusia, tapi ke segala-gala, termasuk ke barang macam baju dan produk perawatan wajah.

Cenderung malas untuk coba-coba yang lain sih, lebih tepatnya begitu. Saya mikirnya, walaupun yang lain keliatannya lebih OK, belum tentu pas saya cobain hasilnya akan baik dan enak. Eh, ini ngomongin apa sih? 😀

Continue reading Review: Cetaphil Gentle Skin Cleanser

Enam Bulan di Celebrity Fitness

Ada beberapa hal di dunia ini yang menyenangkan atau menyedihkan, dan memorinya cukup membekas. Pada kasus saya, memori ini kebanyakan soal berat badan.

Sampai usia 20an, berat badan normal saya itu mentok di angka 60kg. Pas, enak dilihat, enak dibawa, dan ga nyusahin. Saya bisa main-main ke mol, ketemu baju lucu, ambil, dan bayar ke kasir tanpa mikir.

Asik!

cerita lalu
cerita lalu

Continue reading Enam Bulan di Celebrity Fitness

Oleh-Oleh Manis dari CJR & Adaro untuk 1000 Anak Yatim

Saya sulit sekali dibuat terharu, orang terdekat saya sampai-sampai bilang, hati saya batu. Sebenarnya saya ga se-batu itu, sih. Pada banyak momen bisa jadi demikian, tapi di momen tertentu saya kadang lolos juga, setitik dua titik adalah jatuh juga ke pipi.

Event buka puasa bareng PT.  Adaro Energy, Tbk (Adaro) adalah salah satu momen yang bikin pertahanan saya jebol. Jadi, ceritanya Jumat lalu, Adaro mengundang 1000 anak yatim untuk buka puasa bersama. Tempatnya di GOR Basket Soemantri Brodjonegoro, area Pasar Festival, Rasuna Said.

bukber Adaro 1000 anak yatim by Katerina (16) Continue reading Oleh-Oleh Manis dari CJR & Adaro untuk 1000 Anak Yatim

Ekspektasi dan Realitas

Seorang teman, beberapa bulan lalu sempat ‘mengajarkan’ saya soal ekspektasi dan realitas. Saat itu saya cukup mengerti, memahami, dan mengamini apa yang dia katakan. Dengan besar hati, kesadaran penuh, saya memutuskan untuk mengurangi sedikit ekspektasi saya untuk semua hal.

Ya, untuk semua hal.

Belakangan, keputusan saya itu tinggal dongeng saja.

Sejak kecil, saya yang sudah harus berbagi hidup dengan lima saudara kandung, hidup berdasar atas kompetisi. Apapun yang saya lakukan pasti punya tujuan, saya biasa membayangkan tujuan itu dengan detail. Saya akan puas ketika tujuan itu tercapai, dan akan sedih habis-habisan jika ekspektasinya gagal. Continue reading Ekspektasi dan Realitas

Karena ingatan itu pendek dan kenangan itu abadi